PANGKALPINANG - Optimis, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengejar target cakupan imunisasi dasar lengkap 2025. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Meiristia Qomariah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Program Imunisasi Rutin dan Sosialisasi Vaksin Baru, yang diselanggarakan di Aston Emidary Bangka Hotel & Conference Center pada Selasa (04/11/2025).
"Data cakupan imunisasi saat ini juga masih menunjukkan hasil capaian yang belum maksimal," ujar Meiristia.
Pada 2024, lanjutnya, cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebesar 72,5 persen. "Untuk 2025, sampai dengan September ini capaian Babel sebesar 46,82 persen, masih di bawah target nasional, yaitu 95 persen," jelasnya.
"Hal ini menjadi tantangan yang perlu diselesaikan bersama," tuturnya.
"Kita memerlukan solusi dan rencana tindak lanjut yang harus disepakati sehingga dampak yang ditimbulkan akibat pelaksanaan imunisasi yang belum berjalan maksimal, seperti kejadian PD3I, dapat dicegah," lanjutnya.
Meiristia menjelaskan bahwa sebagian besar program imunisasi rutin nasional menggunakan vaksin produk dalam negeri. "Pada 2024 lalu, pendistribusian dan penggunaan/penyerapan vaksin pada pelaksanaan program imunisasi rutin mengalami beberapa tantangan," lanjutnya.
"FGD ini diselenggarakan dalam rangka melaksanakan evaluasi pelaksanaan imunisasi yang sudah berjalan pada 2024 dan 2025 serta penyampaian kebijakan dalam upaya dan strategi dalam mendukung penyelenggaraan imunisasi," tegas Meiristia.
Sementara Kepala Divisi Marketing Operation PT Biofarma secara luring menjelaskan bahwa Bio Farma berupaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi, termasuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Penyelenggaraan FGD ini merupakan salah satu bentuk kepedulian dari Bio Farma, selain penyerapan anggaran kesehatan negara agar lebih efektif," lanjutnya.
Dengan demikian, lanjutnya, upaya untuk menciptakan generasi yang sehat serta sumber daya manusia unggul bisa tercapai sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
Focus Grup Discussion ini dapat menjadi penguatan untuk program yang saat ini sudah berjalan, maupun program baru terutama terkait tindakan preventif yang dapat di implementasikan di daerahnya masing-masing.
"Kami berharap Biofarma Group bukan sebagai penyedia vaksin, obat, dan alkes saja," ujar Hersi.
"Biofarma tetap dipercaya sebagai mitra strategis dalam mendukung keberhasilan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan dinas kesehatan provinsi di seluruh Indonesia," pungkasnya.
FGD ini dihadiri oleh dinas provinsi dan dinas kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.












