PANGKALPINANG - Demi menyusun strategi intervensi yang tepat, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung validasi data sasaran. Pertemuan Validasi Data Sasaran/Cakupan Penemuan Kasus dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini diselenggarakan di Bangka City Hotel, mulai 15 sampai dengan 17 Oktober 2025.
Saat menyampaikan sambutannya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine mengungkapkan bahwa data yang valid, akurat, dan terkini menjadi dasar utama dalam menyusun kebijakan pada Rabu (15/10/2025).
"Juga dalam pengambilan keputusan serta evaluasi program pencegahan dan pengendalian penyakit," Lanjutnya.
"Tanpa data yang benar, strategi intervensi kita akan menjadi kurang tepat sasaran," tegasnya.
Karena data bukan hanya sekedar angka, lanjutnya. "Data merupakan gambaran nyata kondisi kesehatan masyarakat," sambungnya.
"Kegiatan validasi data merupakan bagian yang sangat penting dalam rangka menjamin kualitas dan akurasi data yang dihimpun dari berbagai unit layanan dan sumber data di lapangan," ujar Ria.
Menurutnya, salah satu contoh, penyakit tidak menular merupakan salah satu penyumbang terbesar angka kesakitan dan kematian di Indonesia.
"Berdasarkan data SKI 2023, 59,1 persen penyebab disabilitas (melihat, mendengar, berjalan) pada penduduk berusia 15 tahun ke atas adalah penyakit yang didapat," jelasnya.
"Sebanyak 53,5 persen penyakit tersebut adalah penyakit tidak menular, terutama hipertensi (22,2 persen), stroke (20,2 persen), diabetes (10,5 persen), katarak (19,5 persen), dan kanker (0,6 persen)," lanjutnya.
"Oleh karena itu, perlu pengendalian yang dilakukan di berbagai tingkatan, yang perlu dilakukan secara komprehensif, holistik, dan berkesinambungan," tutur Ria.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Babel, Meiristia Qomariah mengungkapkan bahwa data yang baik merupakan dasar program yang efektif.
"Cermati bersama data yang ada, koreksi bila ada kekeliruan, dan pastikan sesuai dengan kondisi di lapangan, baik data manual maupun data yang terinput ke dalam aplikasi pencatatan pelaporan," lanjutnya.
Telaah data yang telah dikumpulkan, lanjutnya.
"Kaji jika terdapat ketidaksesuaian atau inkonsistensi data. Sepakati data final yang akan digunakan sebagai dasar laporan dan intervensi selanjutnya," pungkas Meiristia.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan penyerahan penghargaan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kepada dinas kesehatan kabupaten/kota dengan kategori:
- Capaian kinerja program pencegahan dan pengendalian penyakit sampai triwulan 3 untuk Kabupaten Bangka, Pangkalpinang, dan Belitung.
- Capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sampai dengan triwulan 3 untuk Kabupaten Belitung Timur, Bangka Selatan, dan Bangka.
- Pemberian piagam penghargaan sertifikat kabupaten/kota bebas frambusia untuk Kabupaten Bangka Barat, Bangka Selatan, dan Belitung.






