PANGKALPINANG - Setiap perangkat daerah di lingkungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat menyusun rencana kegiatan dalam mendukung gerakan masyarakat hidup sehat (germas).
Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulizar Adnan saat membuka Pertemuan Forum Germas Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diselenggarakan di Hotel Bangka City, Senin (09/03/2020).
"Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, pemerintah dengan melibatkan pemangku kepentingan, swasta, akademisi, LSM dan sektor lainnya agar dapat berperan serta dalam pembangunan kesehatan dengan menekankan pada upaya promotif dan preventif," jelas Yulizar.
Menurutnya, saat ini permasalahan kesehatan yang timbul sebagian besar diakibatkan oleh pola hidup masyarakat yang tidak sehat. "Hal ini dipengaruhi berbagai hal, antara lain tingginya konsumsi masyarakat tehadap makanan yang mengandung gula, garam, lemak serta minimnya konsumsi buah dan sayur. Aktifitas fisik/olahraga juga semakin berkurang," tuturnya.
"Germas dapat diwujudkan melalui melakukan peningkatan edukasi hidup sehat, kualitas lingkungan, serta pencegahan dan deteksi dini penyakit. Demikian juga terkait dengan penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi. Termasuk juga upaya peningkatan perilaku hidup sehat dan aktivitas fisik," lanjut Yulizar.
Lebih lanjut Yulizar mengatakan bahwa gerakan masyarakat hidup sehat dapat diwujudkan melalui upaya kampanye. "Yaitu dengan menggerakkan seluruh elemen melalui penyelenggaraan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, dan penyebarluasan informasi," imbuh Yulizar.
Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi mengatakan bahwa PKK mempunyai peran yang strategis dalam memberikan pelayanan pemberdayaan keluarga dan pelayanan kesehatan dasar pada masyarakat. "Di sini lah peran PKK dalam implementasi germas, salah satunya melalui pembinaan hidup sehat bagi kader," jelas Melati.
"Kader PKK juga membantu pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat sebagai penggerak, motivator, penyuluh, fasilitator, perencana, dan pelaksanaan," katanya.
Melati juga menyinggung peran kader wanita tani, yang merupakan salah satu bentuk program PKK, yang saat ini diberdayakan di Kabupaten Bangka. "Mengoptimalkan lingkungan rumah dalam menyediakan pangan lokal sehat bagi keluarga, antara lain menanam sayuran dan buah. Kebutuhan keluarga dapat tercukupi, misalnya kangkung pun tidak perlu dibeli di pasar," lanjutnya.
Untuk diketahui, Ketua Tim Penggerak PKK didapuk tanggung jawab sebagai Bunda Germas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Angka Kematian Ibu (AKI) di Babel pada tahun 2018 ada 44 kasus, sedangkan tahun 2019 sebanyak 36 kasus. Di sinilah peran Bunda Germas, yaitu meningkatkan peran serta lintas sektor dan masyarakat dalam upaya penurunan AKI melalui Germas," ujar Melati.
"Bukan hanya kami sebagai Bunda Germas, hendaknya kita semua dapat menjadi bunda dan yanda germas bagi keluarga dan masyarakat," harap Melati.