PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) menggelar Bimbingan Teknis bagi Petugas Kesehatan Haji untuk keberangkatan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa (07/04/2026). Saat membuka kegiatan yang bertempat di Ruang Pertemuan Lantai 2 Dinkes Babel ini, Sekretaris Dinkes Babel, Lucia Shinta Silalahi mengungkapkan bahwa kegiatan ini penting untuk memperkuat koordinasi menjelang keberangkatan.
"Persiapan keberangkatan para petugas haji yang akan dimulai 01 Mei 2026 ini menjadi hal yang penting guna memantapkan koordinasi antarpetugas sebelum melayani jamaah di tanah suci," ujar Lucia.
Salah satunya, lanjut Lucia, dengan penyelenggaraan bimtek integrasi ini.
Lucia menekankan pentingnya kesiapan fisik petugas dalam menghadapi cuaca ekstrem. "Petugas harus fokus dengan kesiapan fisik yang ekstra bagi seluruh petugas," lanjutnya.
"Mengingat kondisi geografis Arab Saudi yang memiliki fluktuasi suhu sangat tajam, dari panas ekstrem hingga di bawah minus derajat. Stamina petugas menjadi kunci utama," tegas Lucia.
"Jaga kesehatan fisik dan mental secara mandiri sejak dini. Rutin mengonsumsi suplemen dan vitamin guna menjaga imunitas. Persiapkan perlengkapan pribadi yang sesuai dengan perbedaan iklim di sana," saran Lucia.
"Peran petugas kesehatan adalah "tugas mulia". Integrasi ini diharapkan dapat menyatukan persepsi dan langkah kerja antara petugas pusat (kloter) dan daerah sehingga pelayanan kesehatan bagi jamaah haji asal Bangka Belitung dapat berjalan secara profesional dan responsif," pungkas Lucia.
Sementara Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Susi Nurbani menjelaskan bahwa bimtek ini melibatkan berbagai unsur tenaga medis yang akan mendampingi jamaah, antara lain Tim Kesehatan Haji (TKH) dan Petugas Haji Daerah (PHD).
"Petugas berjumlah delapan orang, yang mencakup dokter dan perawat dari berbagai wilayah, antara lain Pangkalpinang, Bangka, Bangka Tengah, hingga Belitung," lanjutnya.
"Kita berupaya untuk meningkatkan kapasitas petugas serta memaksimalkan peran dan tanggung jawab dalam melayani jemaah nantinya," ujar Susi.
"Materi yang disampaikan pun akan berimplikasi dengan pelaksanaan saat bertugas, mulai dari manajerial, komunikasi, pelayanan medis hingga pelayanan saat penerbangan," tutur Susi.
"Kami juga akan menggelar simulasi kasus Pre, ARMUZNA & Pasca serta kasus kloter dan jejaring. Harapan kami, pemantapan teknis dan koordinasi akhir untuk memastikan seluruh standar operasional prosedur (SOP) pelayanan kesehatan dipahami dengan baik oleh petugas," pungkas Susi.