PANGKALPINANG – Dalam rangka melepas jemaah haji gelombang 1, tim Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) menyiagakan pengawasan medis ekstra sejak dari asrama. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinkes Babel, Ria Agustine saat mendampingi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani melepas keberangkatan jemaah haji kelompok terbang (kloter) 7 Palembang di Asrama Haji pada Jumat (01/05/2026).
"Tim Dinkes Babel memastikan pemeriksaan kesehatan yang ketat bagi jemaah haji yang berangkat," jelas Ria.
Sebagai garda terdepan, lanjutnya, peran tenaga kesehatan menjadi kunci utama dalam memastikan kondisi fisik jemaah tetap stabil, mengingat tingginya angka jemaah dengan status risiko tinggi pada kloter ini.
"Tim dinas kesehatan dan BKK Pangkalpinang tidak hanya berperan dalam fase pemberangkatan, tetapi telah memulai persiapan sejak pemeriksaan kesehatan tahap awal di kabupaten/kota," jelasnya.
Menurut Ria, tim petugas memberikan perhatian khusus pada jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi berat, sedang, dan ringan.
"Langkah antisipasi diambil mengingat diagnosa terbanyak pada kloter ini didominasi oleh penyakit kronis, antara lain hipertensi, dislipidemia, dan diabetes melitus," tuturnya.
"Dinkes juga memastikan ketersediaan logistik obat-obatan serta alat bantu kesehatan bagi 35 jemaah yang memerlukan kursi roda," lanjutnya.
Ria mengungkapkan bahwa selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah di Tanah Suci, tanggung jawab kesehatan jemaah Kloter 7 ini berada di tangan tim medis yang kompeten.
"Kloter ini didampingi oleh dr. Ully Riski Genthani Batubara, dr. Tohari Masidi Amin, Sp.PD, dan Dini Adiriyan, A.Md.Kep yang akan melakukan tindakan medis harian dan pendampingan lapangan," lanjutnya.
Tim kami memberlakukan skrining kesehatan yang ketat, lanjut Ria. "Kami menunda keberangkatan satu jemaah asal Pangkalpinang yang terdiagnosa Congestive Heart Failure (CHF). Keputusan ini diambil demi keselamatan jemaah agar mendapatkan perawatan optimal terlebih dahulu di rumah sakit sebelum dinyatakan layak terbang," jelasnya.
"Melalui koordinasi yang solid antara petugas kesehatan pusat, daerah, dan tim medis kloter, Dinkes Babel berkomitmen penuh untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang informatif dan responsif sepanjang perjalanan ibadah haji 2026," pungkas Ria.