PANGKALPINANG – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menuju eliminasi malaria 2026. "Fokus di Bangka Barat," tegas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agutine saat membuka Seminar Hari Malaria Sedunia Tahun 2026 yang digelar di Hotel Bangka City pada Senin (27/04/2026).
Ria menegaskan komitmen Babel untuk mencapai status bebas malaria secara menyeluruh pada tahun 2026.
"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari 7 kabupaten/kota, baru enam kabupaten/kota yangmendapatkan sertifikat eliminasi malaria. Satu kabupaten lagi yang sedang kita perjuangkan, yaitu Kabupaten Bangka Barat," lanjutnya.
Terkait target waktu, Babel optimis dapat mempercepat pencapaian nasional, lanjutnya
"Indonesia menargetkan eliminasi malaria tahun 2030, tetapi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan eliminasi malaria tahun 2026," tutur Ria.
"Target ini sejalan dengan program nasional yang menargetkan eliminasi malaria di seluruh Indonesia pada 2030," jelasnya.
Dalam Seminar yang bertema "Driven to End Malaria: Now We Can, Now We Must" ini, Ria menekankan bahwa malaria bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. "Efek yang ditimbulkan mencakup spektrum yang luas, mulai dari penderitaan fisik yang hebat hingga gangguan fungsi kognitif dan mental," lanjutnya.
"Penyakit ini menimbulkan rasa sakit yang signifikan pada sekujur tubuh bagi penderitanya. Salah satu komplikasi fisik paling berbahaya yang disebutkan adalah ketika parasit malaria menyerang organ vital, khususnya otak," tuturnya.
Mengingat efeknya yang kompleks, Ria menegaskan tentang pentingnya penguatan dalam taata laksana kasus yang standar:
"Pasien harus mendapatkan pengobatan yang tepat sebelum gejala memburuk ke arah gangguan saraf atau mental. Oleh karena itu, optialkan surveilan dan penyelidikan epidemiologi untuk memastikan setiap kasus terdeteksi dini sehingga dampak fisik dan psikologis jangka panjang dapat dicegah," harap Ria.
Ria mengungkapkan bahwa seminar ini diharapkan menjadi sarana bagi para tenaga medis dan kader kesehatan untuk memperbarui pengetahuannya.
"Mudah-mudahan dengan mengikuti seminar ini, Bapak dan Ibu mendapatkan *up-to-date* informasi serta pencerahan untuk sama-sama kita menyukseskan eliminasi malaria tahun 2026," pungkasnya.
Seminar ini dihadiri sekita seratus peserta, yang terdiri atas dinas kesehatan kabupaten/kota, lintas sektor, dan kader kesehatan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik secara daring maupun luring.