PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) memperkuat strategi pembudayaan hidup sehat melalui transformasi perilaku masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine, saat membuka kegiatan Penguatan Strategi Pembudayaan Hidup Sehat Tingkat Provinsi yang diselenggarakan di Kantor Dinkes Babel pada Rabu (15/04/2026). Pertemuan ini menjadi momentum krusial dalam menyinergikan langkah lintas sektor untuk menekan angka kesakitan, baik akibat penyakit menular maupun tidak menular.
Ria menekankan bahwa pembudayaan hidup sehat merupakan mandat utama dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
"Upaya ini diarahkan untuk memperkuat aspek promotif dan preventif guna mencapai target pembangunan kesehatan yang optimal," ujarnya.
Pemerintah Provinsi menyoroti sejumlah data kesehatan yang masih memerlukan perhatian serius di wilayah Bangka Belitung, lanjutnya.
"Aktivitas fisik. Capaian pemeriksaan kesehatan berkala minimal satu tahun sekali di Babel baru menyentuh angka 10,1 persen," jelasnya.
Berdasarkan data, lanjutnya, prevalensi merokok pada penduduk usia di atas 10 tahun mencapai 20,8 persen, dengan angka merokok di dalam rumah sebesar 69,92 persen pada tahun 2025.
"Yang harus menjadi perhatian adalah konsumsi pangan. Proporsi penduduk yang kurang mengonsumsi buah dan sayur tercatat sangat tinggi, yakni mencapai 96,9 persen," tuturnya.
"Meskipun demikian, terdapat tren positif pada capaian Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang meningkat, dari 59,88 persen (2024) menjadi 69,43 persen pada tahun 2025," katanya.
Ria Agustine juga mengungkapkan bahwa GERMAS menjadi pilar pendukung bagi program prioritas nasional lainnya, seperti Program Makan Bergizi (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
"Melalui integrasi ini, masyarakat didorong untuk lebih sadar akan pentingnya konsumsi pangan bergizi seimbang dan pemantauan kondisi kesehatan secara rutin," tegasnya.
"Status kesehatan sangat erat kaitannya dengan perilaku individu. Kita harus bergerak secara mandiri, sistematis, dan berkesinambungan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pola hidup sehat," tekan Ria.
Ria mengingatkan kewajiban para pemangku kepentingan untuk terus melaporkan pelaksanaan GERMAS serta regulasi pendukung yang telah dibuat di wilayah masingmasing sebagai bentuk komitmen berkelanjutan bagi kesehatan masyarakat Negeri Serumpun Sebalai.
Kegiatan ini dihadiri secara luring dan daring oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perwakilan Bappeda Provinsi dan perangkat daerah se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, antara lain Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, Dinas Perhubungan, Dinas LH dan Kehutanan, DP3CSAKB, Dinas Sosial dan Pemdes, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Kepemudaan Olahraga, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Diskominfo, Disnaker, BPJS Kesehatan BPOM Pangkalpinang, serta TP PKK.