JAKARTA - Dengan Universal Health Coverate (UHC) yang mencapai 95,50 persen, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerima penghargaan atas dukungan dan kontribusi dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional dengan pencapaian dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indosiaa. Penghargaan ini diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS, yang dalam kesempatan ini mewakili Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, yang diselenggarakan di Balai Sudirman, Jakarta Selatan pada, Selasa (14/03/2023).
Dalam rilis pramasnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS menjelaskan bahwa Kepulauan Bangka Belitung menjadi salah satu dari 22 Provinsi yang telah mencapai UHC, yaitu dengan kepesertaan lebih dari 95 persen penduduk sampai dengan 01 Maret 2023.
"Provinsi ini juga sudah mendaftarkan penduduknya dalam segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) pemerintah daerah. Untuk Babel, pencapaian UHC mencapai 95,50 persen merupakan angka yang sudah melebihi target," ujar Andri.
Untuk kabupaten/kota se-Indonesia, lanjut Andri, terdapat 252 kabupaten dan 82 kota yang telah mencapai UHC. "Jadi total kabupaten/kota yang telah mencapai UHC adalah 334," lanjutnya.
"Untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terdapat enam kabupaten/kota yang telah mencapai UHC, antara lain Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, Bangka Barat, Belitung, dan Belitung Timur. Kabupaten Bangka akan segera menyusul UHC juga," lanjutnya.
Andri menjelaskan bahwa UHC atau Cakupan Kepesertaan Semesta berfokus pada tiga hal. "Pertama, proporsi populasi yang dapat mengakses pelayanan kesehatan esensial yang berkualitas. Kedua, proporsi penduduk yang menghabiskan pendapatan rumah tangga untuk pelayanan kesehatan. Terakhir, keadilan terhadap akses pelayanan dan akses pendanaan," urai Andri.
Menurut Andri, kondisi penyelenggaraan program JKN buka hanya berkat upaya dari BPJS Kesehatan, tetapi juga terwujud karena dukungan dan kolaborasi dengan berbagai pemangju kepentingan.
"Upaya perluasan kerja sama dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan (FKRTL), serta beberapa inovasi dengan memanfaatkan teknologi digital yang diselenggarakan menjadi pendukung keberhasilan," lanjutnya.
"Kita berharap kolaborasi ini dapat ditingkatkan dan sejalan dengan visi Misi Presiden, yaitu terwujudnya Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong," pungkas Andri.
Tampak hadir dalam kegiatan ini Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Dr. dr. Masagus M. Hakim, M. Kes; Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, drg. M. Anas Ma'ruf; dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat, M. Sapi'i Rangkuti, S.IP.