PANGKALPINANG - Dalam rangka penguatan layanan kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), pembinaan wilayah oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menyoroti pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga transformasi rumah sakit khusus jiwa. Pertemuan yang digelar di Ruang Pertemuan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini juga dihadiri oleh instansi Kemenkes, antara lain Kepala Balai Karantina Kesehatan Pangkalpinang dan Politeknik Kesehatan Kemenkes Pangkalpinang, Selasa (15/09/2026).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ria Agustine mengungkapkan bahwa Dinkes terus memperkuat pondasi layanan kesehatan masyarakat melalui kolaborasi bersama berbagai instansi terkait. 

"Kami bersinergi dengan lintas sektor untuk mendongkrak layanan kesehatan di Babel, mulai dari CKG hingga proses transformasi RSKJ," ujar Ria.

Berdasarkan data monitoring dan evaluasi lanjut Ria, realisasi kehadiran peserta CKG per 13 September 2026 mencapai 39,33 persen, dengan total kehadiran 615.042 orang.  "Untuk realisasi selesai pelayanan, tercatat di angka 34,64 persen atau 541.647 jiwa dari total sasaran penduduk sebanyak 1.563.779 jiwa di seluruh wilayah Babel," lanjutnya.

Meskipun capaian kuantitas atau tingkat kehadiran ini melampaui target, Dinkes tetap mengatensi aspek kualitas dan tindak lanjut.

"Oleh karena itu, berbagai strategi akselerasi terus digencarkan, mulai dari penerapan strategi "jemput bola" melalui integrasi Posyandu ILP dan Usaha Kesehatan Sekolah, penguatan SDM puskesmas, pemenuhan logistik alat kesehatan, hingga validasi data bersama dinas dukcapil," lanjutnya.

Sementara Ketua Tim Kerja Dukungan Manajemen, Direktorat Pembinaan dan Pengawasan SDMK, Dedy Suryadi membahas berbagai dinamika pelayanan kesehatan di Babel sepanjang tahun 2026. 

"Berdasarkan data pembinaan wilayah yang dirilis pada September 2026, capaian Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Bangka Belitung tercatat masih berada di angka 38,3 persen  dari total sasaran penduduk sebanyak 1.549.168 jiwa," lanjutnya.

"Angka ini menempatkan Bangka Belitung pada posisi ke-8 terendah secara nasional dalam hal cakupan layanan CKG, dengan rata-rata kehadiran harian hanya mencapai 52 orang per puskesmas," jelas Dedy.

Selain program CKG, lanjut Dedy, evaluasi kesehatan ibu dan anak (KIA) menunjukkan adanya fluktuasi. "Angka stunting di Babel pada Semester I tahun 2026 tercatat sebesar 4,14 persen, sedikit naik dibanding tahun 2025 yang berada di angka 3,9 persen," ungkapnya.

Menurut Dedy, dalam aspek pengembangan fasilitas rujukan, pemerintah pusat turut mempersiapkan rencana besar terkait transformasi RSJD dr. Samsi Jacobalis.

"Rumah sakit tersebut masuk dalam program revitalisasi 33 RS Jiwa nasional yang diarahkan untuk dikembangkan menjadi Rumah Sakit Umum dengan Unggulan Jiwa pada 2027," ujarnya.

"Pemerintah pusat mengindikasikan adanya dukungan pembangunan sarana prasarana senilai kurang lebih Rp100 miliar dan alat kesehatan sekitar Rp20 miliar, dengan catatan Babel harus segera merampungkan kesiapan legalitas lahan, penyusunan Master Plan, serta pemenuhan SDM," ungkapnya.