PANGKALPINANG — Untuk menggenjot capaian Cek Kesehatan Gratis 2026, Kepala Dinas Kesehatan se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus berkomitmen untuk mengoptimalkan strategi pelayanan. Hal ini diungkapkan oleh Kadinkes Babel, Ria Agustine saat menyampaikan arahannya dalam Pertemuan Koordinasi dan Penguatan Pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis yang digelar di Ruang Pertemuan Dinkes Babel pada Rabu (02/09/2026).
Ria menjelaskan bahwa CKG merupakan pilar penting dalam transformasi sistem kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan deteksi dini faktor risiko, kondisi prapenyakit, hingga penanganan awal guna mencegah komplikasi dan kematian.
"Realisasi capaian CKG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah mencatatkan angka kehadiran sebesar 36,29 persen dan persentase selesai pelayanan di angka 31,46 persen, melampaui target kumulatif bulan Agustus yang ditetapkan sebesar 30,67 persen," ujar Ria.
"Guna mencapai target cakupan nasional sebesar 46 persen, sejumlah langkah strategis akselerasi harus kita luncurkan," tegas Ria.
Ria mengingatkan kepala dinas kesehatan kabupaten/kota untuk mengatur dan mengoptimalkan strategi penanganan kesehatan di wilayah masing-masing guna menghadapi berbagai tantangan yang ada.
"Pentingnya kerja cerdas selain kerja keras untuk mengatasi disparitas pencapaian kinerja antarwilayah. Misalnya, Kabupaten Belitung yang tercatat tertinggal 50 target perlu mendapat dorongan dan intervensi khusus, sementara Kabupaten Bangka Selatan yang memiliki target 18 harus dikejar hingga akhir tahun," jelas Ria.
Selain penanganan teknis layanan, lanjut Ria, jajaran dinas kesehatan juga didorong untuk memperkuat promosi kesehatan untuk mengubah pola pikir masyarakat.
"Kita harus pastikan petugas paham betul dan mampu menjelaskan kepada masyarakat mengapa pemeriksaan dilakukan secara bertahap dan selektif sesuai ketentuan," tutur Ria.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Selatan, Agus Pranawa mengungkapkan bahwa evaluasi target CKG Bangka Selatan ditargetkan rampung akhir November.
"Bersama instansi terkait, kami berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh target pelayanan kesehatan, paling lambat akhir November. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kendala penumpukan data di akhir tahun seperti yang terjadi pada periode sebelumnya," tutur Agus.
Berdasarkan evaluasi, lanjutnya, wilayah Bangka Selatan tercatat masih memiliki selisih sekitar 1.800 target yang belum terselesaikan dari total capaian saat ini yang berada di angka 36 hingga 37 persen.
"Untuk mendongkrak capaian tersebut, strategi yang akan ditempuh dengan melakukan monitoring berkala terhadap progres puskesmas yang belum mencapai target," ungkapnya.
"Kami bekoordinasi secara rutin dengan mengagendakan pertemuan khusus dengan para kepala puskesmas setiap hari Jumat guna mengevaluasi hambatan di lapangan," jelasnya.
Menurutnya, hal ini juga untuk memastikan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat Bangka Selatan, antara lain dapat mendeteksi secara dini guna mencegah penanganan yang terlambat.
"Kami tetap optimis bahwa dengan adanya dorongan kuat, evaluasi berkala, serta komitmen bersama dari para kepala puskesmas, target akhir tahun di Bangka Selatan dapat tercapai sesuai dengan tenggat waktu yang telah ditentukan," pungkas Agus.
Pertemuan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik secara online dan offline, antara lain Kadinkes Bangka Tengah, Zaitun; Kadinkes Bangka Selatan, Agus Pranawa; Kadinkes Bangka, diwakili Sekretaris Dinas Sanusi; Kadinkes Bangka Barat, diwakili Kepala Bidang P2P Ratno Sofi; Kadinkes Kota Pangkalpinang, Hisar Mangoloi M; Kadinkes Belitung, Ikhwan Gusnadi; dan Kadinkes Belitung Timur, Dianita Fitriani.
Setiap kepala dinas berkesempatan untuk membahas tentang situasi dan kondisi terkini pelaksanaan CKG di wilayahnya masing-masing.