PANGKALAN BARU - Dengan melibatkan lintas sektor, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memastikan implementasi kebijakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang sudah ditetapkan setiap sektor. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS saat membuka Pertemuan Implementasi Kebijakan Germas Bersama Lintas Sektor Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Santika Bangka pada Senin (26/09/2022).

"Germas diharapkan menjadi tindakan sistematis yang terencana secara bersama dan perlu partisipasi lintas sektoral. Keterlibatan semua pihak agar turut mengkampanyekan pentingnya pola hidup sehat kepada masyarakat," ujar Andri.

Melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, lanjut Andri, pemerintah dengan melibatkan pemangku kepentingan, swasta, akademisi, LSM, dan sektor lainnya untuk dapat berperan serta dalam pembangunan kesehatan dengan menekankan pada upaya promotif dan preventif. 

"Gerakan masyarakat hidup sehat dapat diwujudkan dengan meningkatkan upaya edukasi, antara lain perilaku hidup sehat, kualitas lingkungan, aktivitas fisik, pencegahan dan deteksi dini penyakit, penyediaan pangan sehat, serta percepatan perbaikan gizi.

Oleh karena itu, lanjut Andri, upaya kampanye gerakan masyarakat hidup sehat dapat diupayakan dengan menggerakkan seluruh elemen melalui penyelenggraan kemitraan, pemberdayaan masyarakat, dan penyebarluasan informasi.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Hastuti, M.Sc menjelaskan bahwa  saat ini sebagian besar permasalahan kesehatan yang timbul disebabkan oleh pola hidup masyarakat yang tidak sehat.

"Antara lain, mengonsumsi makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak yang tidak sesuai porsi standar, kurang mengonsumsi buah dan sayur, serta kurang melakukan aktivitas fisik atau olahraga," lanjutnya.

"Tren masalah kesehatan ini akan berlanjut dan meningkat seiring dengan perubahan perilaku hidup masyarakat yang tidak sehat. Usia produktif yang besar dan seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan akan terancam apabila derajat kesehatannya terganggu oleh penyakit dan perilaku hidup yang tidak sehat," tutur Hastuti.

Dalam mengatasi hal ini, lanjutnya, diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. 

"Karena pada dasarnya, pencegahan penyakit sangat bergantung pada perilaku individu.  Didukung dengan kualitas lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana, pelayanan kesehatan serta keturunan juga dibutuhkan. Untuk itu, perlu dukungan berbagai pihak, termasuk keluarga kita serta masyarakat keseluruhan," pungkas Hastuti.