PANGKALPINANG - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihartono mengapresiasi Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung dalam upaya mencegah dan menanggulangi penyakit kanker serviks dan payudara. Piagam penghargaan diberikan saat Rapat Koordinasi dan Teknis Pencegahan dan Pengendalian Penyakit di Hotel Mercure Ancol Jakarta pada awal Januari 2020. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto dalam rllis pramasnya, Kamis (04/03/2020).
"Berdasarkan data hasil cakupan pemeriksaan IVA dan Sadanis Babel secara kumulatif 2015- 2019, angka capaian cakupan mencapai 38,6 persen (78.099) dari target 50 persen (101.187), dengan jumlah wanita usia 30-50 tahun," jelas Mulyono.
"Tentunya, diperlukan usaha yang luar biasa dalam meningkatkan angka cakupan ini. Peran lintas program dan lintas sektor juga ikut andil dalam pencapaian ini," ujar Mulyono.
Ucapan terima kasih, lanjutnya, sekaligus penghargaan yang setinggi-tingginya atas dukungan banyak pihak. "Tim Penggerak PKK, BKKBN, TNI, IBI dan yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu atas kerja sama dan bantuan dalam mencegah dan menanggulangi penyakit kanker serviks dan payudara di Babel,” ujar Mulyono.
“Apresiasi kami berikan kepada Kabupaten Bangka yang telah mencapai target 50 persen dan sebagai capaian tertinggi pertama. Lalu, Kabupaten Belitung Timur yang telah mengejar ketertinggalan menjadi capaian tertinggi kedua dengan capaian 43,3 persen dan Kabupaten Bangka Selatan dengan capaian tertinggi ketiga, yaitu 42,4 persen," rinci Mulyono.
"Kepada kabupaten/kota yang lain, terima kasih telah melaksanakan program ini dengan sebaik-baiknya dan telah mengirim laporan secara rutin,” lanjutnya.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Henri menyampaikan bahwa berbagai upaya sudah dilakukan dalam rangka memfasilitasi peningkatan cakupan IVA dan Sadanis di kabupaten/kota.
"Selain melatih bidan puskesmas dan praktik mandiri, ada aksi dalam rangka Hari Kanker Sedunia dengan lokus di kabupaten/kota terpilih. Kami juga mensosialisakan hal ini kepada lintas program dan lintas sektor terkait, sekaligus melakukan deteksi dini kanker serviks dan payudara di tujuh kabupate/kota,” jelas Henri.
Senada dengan Henri, Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Sri Hartati Lena mengatakan bahwa pada tahun 2020, target cakupan yang ditetapkan oleh Kemenkes RI adalah 80 persen dari jumlah wanita usia 30-50 tahun. "Perlu ekstra peningkatan kinerja untuk mencapai target ini," ungkapnya.
Untuk itu, tambahnya, kami menghimbau agar teman kabupaten/kota dapat melaksanakan semaksimal mungkin. "Lakukan kegiatan yang terintegrasi dengan kegiatan lain dan bersifat masif. Peningkatan KIE terkait penyakit kanker serviks dan payudara harus terus ditingkatkan. Jika perlu, program door to door dapat dijalankan dengan mengingat sumber daya dan tenaga yang ada,” harap Lena.