PANGKALPINANG - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS mengungkapkan bahwa diperlukan sistem pendukung (supporting system) dalam mengelola data dan informasi manajemen dan pelayanan fasilitas kesehatan, misalnya rumah sakit dan puskesmas. Hal ini disampaikannya saat membuka Workshop Aplikasi Satu Data dan Sistem Informasi Puskesmas Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diselenggarakan di Hotel Cordela, Rabu (18/10/2023).

"Supporting system ini berupa aplikasi atau sistem informasi ini sehingga kita dapat melakukan upaya berkesinambungan atau upaya yang tidak pernah selesai, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, hingga pelaksanaan monitoring evaluasi," lanjutnya.

"Sistem informasi ini dikembangkan dan disempurnakan sehingga masalah dan kendala dapat diminalisasi. Manfaatnya akan semakin besar. Apalagi di puskesmas dan rumah sakit. Begitu banyak  data sehingga perlu ada sistem yang dapat mengkolaborasi berbagai, mulai dari data korporat hingga data pelayanan," ujar Andri.

Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa aplikasi dan sistem ini diharapkan dapat menghasilkan data yang baik dan valid. 

"Data dan informasi yang valid menjadi modal awal untuk perencanaan yang baik. Oleh karena itu, workshop ini strategis dan penting karena pengelolaan data  menjadi sesuatu yang sangat penting," lanjutnya.

Sementara Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rudy Mahardy mengatakan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas menggunakan sistem informasi tersendiri dalam mengelola data.

"Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS) adalah program aplikasi yang yang dikembangkan khusus dari puskesmas, untuk puskesmas dengan melihat kebutuhan dan kemampuan puskesmas dalam mengelola, mengolah, dan memelihara data yang ada. Demikian juga dengan rumah sakit, yang memiliki sistem dalam mengelola datanya," ujarnya.

"Untuk menjangkau masyarakat secara keseluruhan, diperlukan program sistem informasi manajemen puskemas atau rumah sakit yang terintegrasi. Aplikasi Satu Data Kesehatan (ASDK) memungkinkan kita untuk mengakses data tersebut secara bersamaan," lanjutnya.

"Dengan workshop ini, diharapkan pengelola data puskesmas dan rumah sakit dapat mengatasi hambatan dalam mengimplementasikan sistem informasi puskesmas dan sistem informasi rumah sakit sehingga dapat meningkatkan kualitas manajemen puskesmas dan rumah sakit secara lebih berhasil guna dan berdaya guna," pungkas Rudy.