PANGKALPINANG – Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) menghadiri kegiatan Temu Media dalam rangka Hari Pendengaran Sedunia Tahun 2022 yang digelar secara daring oleh Kemneterian kesehatan Republik Indonesia, Selasa (01/03/2022).
Dalam sambutannya, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Maxi Rein Rondonuwu, meminta semua pihak untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan telinga.
“Deteksi dini dan rehabilitasi itu menjadi penting untuk dapat melakukan perbaikan sehingga pendengaran dapat lebih optimal,” ungkapnya.
“Gangguan pendengaran bisa diatasi jika tenaga kesehatan melakukan identifikasi masalah pada waktu yang tepat. Perawatan yang diberikan pada pasien pun harus dilakukan secara berkala,” ujar Maxi.
Dengan demikian, lanjutnya, sebaiknya masyarakat tidak abai dan segera melakukan pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat bila merasakan kondisi yang mengganggu kenyamanan saat mendengarkan.
“Selain itu, tindakan preventif gangguan pendengaran juga harus dilakukan, antara lain menghindari bising serta mempraktikkan hidup bersih dan sehat, termasuk melakukan perawatan kesehatan telinga dan mengikuti imunisasi,” tuturnya.
Sementara itu, Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan Bedah Kepala Leher Indonesia (PP PERHATI KL), Jenny Bashiruddin, menambahkan bahwa di masa pandemi COVID-19, meeting online sudah menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.
“Jika sering menggunakan headset, kenali dan terapkan aturan 60:60 agar terhindar dari masalah pendengaran,” ujar Jenny.
Volume tentu tidak boleh besar, setidaknya 60 persen dari volume yang ada, kata Jenny.
“Sangat tidak disarankan untuk menggunakan earphone ataupun headset dalam durasi waktu yang terlalu lama. Setiap satu jam kita harus istirahat," ungkapnya.
Penyuluh Kesehatan Masyarakat Dinkes Babel, Sri Hartati Lena menjelaskan bahwa Hari Pendengaran Sedunia yang diperingati setiap 3 Maret ini bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk menjaga kesehatan telinga dan mencegah gangguan pendengaran.
“Hal ini juga bertujuan agar seluruh masyarakat mendukung Pendengaran Sehat 2030 dalam mewujudkan sumber daya manusia unggul,” jelasnya.
Pada tahun ini, lanjutnya, Hari Pendengaran Sedunia mengusung tema internasional bertajuk "to Hear for Life, Listen with Care".
“Tema secara nasional adalah "Jaga Pendengaran Kita, Kini dan Nanti" dengan pesan yang disampaikan adalah menjaga kesehatan pendengaran menjadi modal besar untuk kualitas pendengaran bangsa di masa yang akan datang,” lanjut Lena.
“Oleh karena itu, kami mengadvokasi masyarakat untuk menjaga telinga. Telinga sehat berawal dari telinga yang bersih dan pendengaran yang baik. Jangan lupa untuk segera memeriksa kesehatan telinga jika ada yang tidak nyaman,” pungkas Lena.