PANGKALPINANG - Program Gule Kabung yang diinisiasi Penjabat (PJ) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Suganda Pandapotan Pasaribu menyasar masalah stunting, Kepala Dinas Kesehatan optimis penanganan kasus ini menjadi lebih fektif.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS dalam rilis humasnya, Selasa (05/09/2023). Menurutnya, kunjungan anak stunting yang dilakukan oleh Bapak dan Ibu PJ Gubernur pada rangkaian kegiatan Gule Kabung merupakan bentuk keseriusan dalam penanganan stunting, ujarnya.

"Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di satu kabupaten, tetapi juga di tujuh kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini menunjukkan komitmen Bapak PJ Gubernur dalam menangani masalah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk stunting," lanjutnya.

"Bapak PJ Gubernur menyampaikan arahan langsung kepada semua yang terlibat. Tidak hanya kepada petugas kesehatan, melainkan juga kepada keluarga hingga kader dan aparat di lingkungan tersebut," ujar Andri.

"Anak bermasalah gizi yang ditemukan di posyandu akan dirujuk ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan intervensi lebih lanjut oleh dokter dan ahli gizi. Bahkan, jika diperlukan, tim puskemas akan merujuk anak tersebut ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut oleh dokter spesialis anak," tutur Andri.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hastuti menjelaskan bahwa stunting dapat terjadi karena berbagai sebab.
"Salah satu contohnya adalah karena pola asuh dan karena menderita penyakit infeksi berulang yang menyebabkan tidak optimalnya asupan gizi pada anak," ujarnya.

Menurutnya, kunjungan ini pun tanpa memandang penyebab terjadi stunting tersebut. 
"Dengan prioritas anak usia kurang dari 24 bulan, tetapi bisa meluas ke anak usia 24-59 bulan jika tidak terdapat anak usia di bawah 24 bulan dengan masalah gizi (stunting, berat badan kurang, gizi kurang). Data anak-anak tersebut tercatat dalam aplikasi pemantauan status gizi yang dientri oleh puskesmas dan dapat dipantau oleh kabupaten, provinsi, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia," tuturnya.

"Dukungan Bapak PJ Gubernur ini seyogianya menjadi motivasi untuk kita semua untuk bersama-sama melaksanakan pembangunan kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama penanganan stunting," pungkas Hastuti.