PANGKALPINANG - Mahasiswa praktiktum Universitas Sriwijaya (Unsri) menganalisis capaian Cek Kesehatan Gratis (CKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil analisis dipaparkan dan dibahas  pada pertemuan yang dihadiri oleh pejabat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel), yang diselenggarakan di kantor Dinkes Babel pada Senin (14/07/2025).

Arviana Pridamayanti, selaku perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa adanya lonjakan signifikan dalam jumlah pendaftar dan kehadiran dari Februari menuju April, dengan puncaknya pada  Mei 2025 yang mencatat angka tertinggi. 

"Pada bulan Mei, tercatat 21.862 pendaftar dan 21233 kehadiran. Hal ini mengindikasikan tingkat aktivitas CKG yang sangat tinggi dan partisipasi yang hampir penuh," ujar Arvi.

Mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat ini menjelaskan bahwa setelah mencapai puncaknya di Mei, tren menunjukkan penurunan bertahap untuk data pendaftar dan kehadiran.
"Penurunan hingga mencapai titik terendah pada bulan Juli yang mana jumlah
pendaftar sebanyak 11.427 dan kehadiran sebanyak 11.066 peserta," jelasnya. 

Menurut Arvi, Kabupaten Bangka memiliki jumlah penduduk tertinggi, yaitu 342.056 jiwa. "Namun, jumlah pendaftar CKG tertinggi justru dipegang oleh Kabupaten Belitung Timur, yaitu 25.008 jiwa, diikuti oleh Kabupaten Bangka sebesar 16.019 jiwa," tuturnya.

Menanggapi analisis pelaksanaan CKG di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Hastuti, mengungkapkan bahwa untuk penghitungan tren capaian CKG tidak sebaiknya tidak mencakup bulan Juli.

"Mengingat penanggalan Juli belum sampai akhir bulan sehingga pelaksanaan CKG belum tuntas dan tidak dapat dijadikan dasar penghitungan. Jadi, data capaian CKG yang digunakan sampai akhir Juni saja," lanjut Hastuti.

Hastuti menginginkan analisis enam mahasiswa Unsri yang lebih mendalam. 
"Analisis data capaian CKG yang disusun oleh adik mahasiswa cukup menarik. Adanya perbandingan antara capaian CKG dengan jumlah penduduk dapat dikembangkan untuk menggambarkan proyeksi capaian CKG hingga akhir tahun 2025," lanjutnya.

"Jika disandingkan dengan target yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, yaitu 36 persen penduduk sudah CKG, diharapkan fasyankes dan dinkes kabupaten/kota dapat mengatur strategi dalam memenuhi targetnya," harap Hastuti. 

Sementara itu, Sekretaris Dinas, Rudy Mahardy, mengapresiasi analisis data yang dievaluasi oleh mahasiswa FKM Unsri ini.
"Hasil analisis data bisa dikategorikan sangat baik. Hanya dengan data yang didapat dari website sehatindonesiaku analisis cukup mendalam," ujar Rudy.

"Adik mahasiswa akan memaparkan hasil analisis ini  dalam pertemuan monitoring dan evaluasi CKG yang akan dihadiri oleh pejabat terkait dari tujuh dinas kesehatan kabupaten/kota dan 64 puskesmas se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," pungkas Rudy.

Selain Arviana, mahasiswa lain yang menganalisis adalah Nafisah Shakira Putri Yarna,
Depi, Syafitri, Nanda Agustin, dan Andini Safitri.