PANGKALPINANG – SMP Negeri 2 Pangkalpinang terus berkomitmen dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan sehat melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah. Hal ini disampaikan okeh Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pangkalpinang, Herlina saat menyambut Tim Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (08/01/2026).
"Langkah ini diambil dengan kesadaran penuh untuk mencegah penularan penyakit serta meningkatkan prestasi belajar siswa melalui lingkungan yang bersih," lanjutnya.
"Kami mohon dukungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran kolikuler, dengan tema Aku Sehat, Temanku Juga Sehat," tuturnya.
Setelah pembelajaran hari ini, lanjutnya, anak didik akan ditugaskan untuk menyampaikan informasi kesehatan ini kepada masyarakat. "Bisa diinformasikan secara langsung atau bisa juga dengan membuat video terkait PHBS," ujarnya.
Sementara Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Hastuti, mengapresiasi kegiatan sosialisasi ini.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Karena egiatan PHBS ini tidak melulu melibatkan dinas kesehatan ataupun puskesmas, tetapi juga seluruh elemen sekolah, mulai dari siswa, guru, penjaga sekolah, hingga petugas kantin," jelas Hastuti.
"Berdasarkan panduan kesehatan sekolah, terdapat beberapa indikator utama yang kini menjadi fokus di SMP Negeri 2 Pangkalpinang, misalnya membudayakan cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir untuk membunuh kuman penyebab diare dan cacingan," lanjutnya.
"Tim kami akan menyosialisasikan beberapa poin penting, antara lain penggunaan jamban sehat, pemberantasan jentik nyamuk,
berolahraga teratur, pengukuran fisik berkala, dan penerapan kawasan tanpa rokok," tegasnya.
"Melalui penerapan PHBS yang disiplin, diharapkan SMP Negeri 2 Pangkalpinang dapat terus mencetak generasi yang sehat, mandiri dalam menjaga lingkungan, serta memiliki daya konsentrasi yang tinggi dalam meraih prestasi akademik," pungkas Hastuti.
Dinkes Babel menurunkan sekitar 20 fasilitator untuk menangani 31 rombongan belajar, berkolaborasi dengan tim IIDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Puskesmas Gerunggang, dan Dinas kesehatan Kota Pangkalpinang.