PANGKALPINANG - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah menegaskan bahwa masyarakat dapat menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini beliau ungkapkan dalam audiensi dengan Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang diselenggarakan di Ruang Tanjung Pesona Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Senin (24/01/2022). Audiensi ini terkait Kebijakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Pelaksanaan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 01 Tahun 2017 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Keberadaan sebagai daerah otonom sehingga kita harus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Hal ini merupakan urusan dasar urusan wajib," lanjut Abdul Fatah. 

Abdul Fatah mengapresiasi kehadiran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang memberi perhatian kepada masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. "Kta memberi penghargaan yang paling tinggi atas kehadiran direktur promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya membudayakan germas kepada masyarakat," ujarnya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Bunda Germas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi menjelaskan bahwa Kesehatan merupakan hal yang sangat penting, terutama bagi keluarga dan masyarakat di Bangka Belitung. 

"Hidup sehat bisa dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Konsumsi makanan yang sehat setiap hari," tutur Melati.

Selain itu, lanjutnya, harus rajin berolahraga. "Kita harus meningkatkan aktivitas fisik karena aktifitas fisik itu sangat diperlukan. Peningkatan perilaku hidup sehat. Dengan adanya pandemi covid-19, kita baru sadar untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir," ungkapnya.

"Konsep Bunda Germas  pada prinsipnya adalah seseorang yang menjadi inspirator dan menggerakkan masyarakat," lanjutnya. 

"Melati untuk ketapang misalnya," ujarnya. "Inovasi Germas ini memanfaatkan pekarangan dengan menanam sayur dan buah yang mengandung nutrisi sangat tinggi," ungkapnya.

"Inovasi lain yang sudah ada di Bangka Belitung antara lain Gema Sabuk Amang, Tujuannya adalah mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi makanan , sayur dan buah dengan kearifan lokal, baik umbi-umbian dan ayam merawang, protein hewani yang ada di Bangka Belitung," rinci Melati.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Kesehatan Republik  Indonesia, Imran Agus Nurali mengatakan bahwa sehat itu adalah modal utama, 

"Hikmah pandemi covid-19 adalah masyarakat menjadi lebih sadar. Perilaku mayarakat  memakai masker, misalnya," ujar Imran.

"Berdasarkan analisa data kasus penderita covid-19 dan meninggal dunia, sebagian besar mengidap penyakit tidak menular, misalnya hipertensi, DM, dan jantung," jelas Imran.

"Dan ini dapat dicegah dengan Germas," tegasnya.

"Germas adalah upaya yang tidak boleh berhenti, baik pada penyakit menular maupun penyakit tidak menular," lanjutnya.  

"Gerakan 30 menit, berani berhenti merokok, dan keren dimakan merupakan pembudayaan dan penggerakkan nasional. Gerakan 30 menit minimal dilakukan 1 kali seminggu di semua tatanan," ungkap Imran

Menurutnya, berani berhenti merokok merupakan gerakan untuk melakukan komitmen berhenti atau tidak memulai merokok, menolak bujukan rokok, bahkan menghentikan kebiasaan merokok. "Kita harus bergerak ke arah aksi perubahan perilaku, yaitu sepakat, komitmen, dan aksi.  Aku tahu, aku mau, aku mampu," pungkas Imran.

Audiensi ini dihadiri oleh kepala dinas kesehatan, kepala bidang kesehatan masyarakat, Kepala seksi promosi kesehatan dan pemberdayaaan masyarakat se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, baik secara tetap muka maupun virtual.