PANGKALPINANG - Guna meningkatkan manajeman puskesmas, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendorong penerapan sistem informasi. Hal ini ditegaskan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS saat membuka Workshop Sistem Informasi Puskesmas yang digelar di Hotel Bangka City pada Senin (12/06/2023).

"Sistem informasi manajeman puskesmas atau simpus dapat mempermudah dan mempercepat pelayanan. Dengan prosedur dan standar pelayanan yang baku, data dan informasi yang akurat lebih mudah didapat. Oleh karena itu, manajemen puskesmas lebih berhasil dan berdaya guna," jelas Andri.

"Saat ini, manajemen puskesmas belum memiliki data valid, misalnya data pasien, penyakit, ketersediaan obat, imunisasi, dan kategori pasien. Padahal, informasi yang tepat, akurat, dan terkini terkait hal tersebut dibutuhkan dalam mendukung proses pengambilan keputusan manajemen," ujar Andri.

"Manfaat simpus sudah sangat dirasakan, terutama oleh pegawai yang bertugas dalam mengolah laporan puskesmas. Rekam medis menjadi lebih efisien karena tidak mengharuskan petugas rekam medis untuk mengambil dan mengembalikan berkas ke dalam rak karena sudah paperless," katanya.

Menurutnya, untuk menjangkau masyarakat secara keseluruhan,  diperlukan program sistem informasi manajemen puskesmas yang terintegrasi dengan baik melalui berbagai kegiatan pelaksana. "Workshop ini dapat menghasilkan sistem informasi kesehatan puskesmas yang baik sehingga dapat meningkatkan kualitas manajemen puskesmas dan menunjang kegiatan pelayanan," harap Andri.

Sementara Sekretaris Dinas, Rudy Mahardy menjelaskan bahwa berbagai hambatan dalam implementasi simpus masih terjadi di lapangan.

"Secara umum, terdapat tiga kendala. Pertama, keterbatasan sumber daya manusia. Kedua, keterbatasan sarana dan prasarana, terutama jaringan internet.  Ketiga, hal teknis lain terkait pengoperasian sistem informasi di lapangan," jelas Rudy.

"Saat ini di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, puskesmas menggunakan sistem informasi   e-puskesmas. Kami mengapresiasi puskesmas di Pangkalpinang, Bangka, dan Belitung Timur, yang sudah menerapkan e-puskesmas secara keseluruhan. Kita akan mendorong kabupaten/kota lainnya untuk dapat segera mengoptimalkan penggunaan e-puskesmas di wilayah masing-masing," lanjutnya.

"Aplikasi simpus ini merupakan inovasi  sektor publik yang memfokuskan pada bidang kesehatan yang dapat mengakomodasi semua kegiatan pelaksana pelayanan kesehatan di puskesmas. Kita berharap puskesmas yang merupakan fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat dan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya, dapat tercapai," pungkasnya.