PANGKALPINANG - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meraih sertifikat penghargaan atas pencapaian target performa surveilans acute flaccid paralysis (AFP) dan campak-rubela dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Hal ini merupakan pencapaian surveilans AFP dalam sensitivitas penemuan kasus, yang ditentukan dengan pelaporan tahunan kasus non polio AFP menapai > 2/100.000 pada anak usia <15 tahun di setiap provinsi; sedangkan surveilans campak-rubela yang sensitif ditentukan dengan pelaporan tahunan kasus discarded (bukan campak-bukan rubela) mencapai 2/100.000 penduduk di setiap provinsi.
Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Indonesia untuk mendukung target global eradikasi polio tahun 2026 dan eliminasi campak-rubela/CRS pada tahun 2023. Surveilans AFP dan surveilans campak-rubela yang adekuat menjadi salah satu bagian sangat penting dalam upaya pencapaian target tersebut. Kemampuan dan sensitivitas penemuan kasus PD3I merupakan langkah deteksi awal untuk mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB).
Selain Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, provinsi yang mencapai target nonpolio AFP rate > 2/100.000 pada anak usia <15 tahun, antara lain DKI Jakarta, Jambi, Bali, Sumatera Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur.
Kabupaten/kota yang mendapatkan sertifikat penghargaan yaitu:
1. Bangka Tengah: Mencapai target NPAFP Rate dan Discarded (Bukan Campak-Bukan Rubela) Rate.
2. Bangka, Bangka Barat, Belitung: mencapai target NPAFP Rate
3. Bangka Selatan n Pangkalpinang: mencapai target Discarded (Bukan Campak-Bukan Rubela) Rate
Terima kasih atas kinerja para surveilans AFP dan campak-rubela provinsi dan kabupaten/kota atas pencapaian target performa.
Semoga pencapaian ini dapat terus mempertahankan kinerjanya dengan baik serta polio n campak rubella tidak terjadi d Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.