PANGKALPINANG - Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, drg. Sri Utami Soedarsono, M.Si menegaskan bahwa pesantren di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung harus bebas skabies dan kutu rambut. Hal ini disampaikannya dalam pertemuan yang diselenggarakan di Gedung Mahligai Rumah Dinas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada Kamis (26/01/2023).

"Upaya ini akan menjadi yang pertama dan akan kita upayakan di Bangka Belitung. Langkah selanjutnya adalah memetakan kriteria dan indikator pesantren sehat. Misalnya, kriteria yang sehat dan layak untuk kamar mandi dan kamar tidur," jelas Sri Utami.

Dengan demikian, lanjutnya, standar ini dapat direfleksi oleh pengelola pesantren dengan kondisi pesantren yang dikelolanya.

"Perlu ada pemetaan pesantren yang ada sehingga akan diketahui pesantren yang akan dibantu. Kita akan tahu permasalahan yang terjadi dan dapat segera dicarikan solusinya. Dan ini tidak hanya diatasi oleh pihak pemerintah saja. Hal ini juga bisa diatasi dengan melibatkan pihak perusahaan swasta dalam bentuk CSR," ujarnya. 

"Selain itu, yang penting harus dilakukan adalah komunikasi, kolaborasi, dan sinergi semua pihak untuk berperan untuk menuju arah yang sama, yaitu mewujudkan pesantren sehat," ungkap Sri Utami.

"Saya pernah mendengar ada siswa pesantren yang dipulangkan ke rumah karena mengalami gatal-gatal. Bahkan, ada siswa yang tidak mau kembali ke pesantren. Oleh karena itu, ini harus bisa kita atasi bersama," ujarnya.

Sementara Kepala Perwakilan Kemterian Agama Kabupaten Bangka, H. Sunaidi, S.Ag merespons baik pertemuan yang digagas oleh PJ Ketua TP PKK Babel. 

"Kami siap membantu untuk mengatasi masalah ini. Kita sudah banyak berkoordinasi dengan rekan dari Dinas Kesehatan dan PU terkait dengan masalah kebersihan dan kesehatan," ujar Sunaidi.

"Mungkin memang ada pondok pesantren yang kurang memerhatikan kebersihan. namun, ada juga yang sudah sangat baik. Dapat diambil contoh salah satu pesantren yang baik, misalnya MAN IC," lanjutnya.

"Kami siap mendampingi jika memang kita akan turun langsung ke pesantren. Akan lebih baik jika nantinya untuk menghadirkan ketua yayasan pesantren atau kepala pesantren untuk membahas masalah ini," lanjutnya.

Perwakilan Persatuan Dokter Spesialis Kulit (Perdoski) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Dewi Utami Putri, M.Ked (D.V) Sp.D.V menuturkan bahwa anggota Perdoski siap turun mendampingi untuk mengobati siswa pesantren di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Jika memang perlu, kami akan berbagi wilayah. Misalnya, satu orang dokter akan memegang beberapa pesantren. Dengan demikian, kami berharap masalah skabies dan kutu rambut ini dapat diatasi di pesantren di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya.

Pertemuan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan dan  Kantor Wilayah Kementerian Agama Se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta perwakilan Persatuan Dokter Spesialis Kulit (Perdoski) Kepulauan Bangka Belitung.