PANGKALPINANG – Untuk melindungi diri dari Covid-19, hal yang sangat utama dilakukan adalah mencuci tangan dengan baik dan benar secara rutin dan berkala. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi sekaligus dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Daerah Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Adi Rosadi. (04/03/2020)
“Saat keluar rumah dan ke tempat mana saja, sering-sering mencuci tangan. Mencuci tangan yang baik itu dengan dengan alcohol base scrub, tetapi dengan sabun biasa juga bisa. Dan jangan memegang area mata, mulut, dan hidung sebelum memastikan diri kita bahwa tangan sudah dicuci dengan baik dan benar,” tegas Adi.
“Cara penularan Covid-19 melalui droplet, yaitu percikan dahak yang dikeluarkan seorang penderita,” jelasnya.
Saat batuk, lanjutnya, seseorang bisa mengeluarkan tiga ribu droplet; saat bersin, droplet yang dikeluarkan lebih banyak lagi, yaitu lima belas ribu droplet; sedangkan saat bicara selama lima menit, mengeluarkan lebih kurang tiga ribu droplet. “Di antara droplet tersebut, terdapat virus Covid-19,” jelasnya.
“Biasanya, droplet itu menular dalam jarak satu meter dengan penderita. Lebih aman jika menjaga jarak dua meter. Dan jarak lebih dari dua meter, dipastikan aman,” jelasnya.
Menurut Adi, Covid-19 ini disebabkan oleh virus. Jika daya tahan tubuh kurang baik, kita akan lebih mudah terkena virus. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk menjaga daya tahan tubuh kita sehingga virus yang ada itu tidak masuk ke dalam tubuh. Walaupun ada virus yang masuk ke tubuh kita, kita tidak akan sakit.
“Daya tahan tubuh dipertahankan dengan makan dengan gizi yang seimbang cukup istirahat, berolahraga, serta tidak merokok dan juga tidak terpapar asap rokok,” jelasnya.
Lebih lanjut, Adi Rosadi menjelaskan bahwa RSUD Depati Hamzah sudah meyiapkan ruang isolasi untuk kasus Covid-19. “Namun, harus diketahui bahwa terdapat dua kasus, yaitu kasus dalam pengawasan dan pemantauan. Kasus dalam pengawasan itu bila terdapat riwayat ke Cina atau negara lain yang terkonfirmasi Covid-19, terutama jika terdapat kasus pneumonia atau radang paru-paru. Inti penanganannya adalah jangan sampai terjadi pneumonia berat,” jelasnya.
Untuk kasus pemantauan, lanjutnya, jika ada riwayat berpergian ke negara yang sudah terkonfirmasi Covid-19, tetapi belum ada gejala atau ringan. “Untuk kasus ini, kami menghimbau masyarakat dengan sukarela memeriksakan diri untuk dilakukan pemeriksaan. Walaupun belum ada gejala, harus dipastikan juga apakah pasien sudah terinfeksi dengan virus ini,” imbuhnya.