TANJUNGPANDAN - Kasus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Belitung awal 2020 sangat tinggi jika dibandingkan dengan kasus lima tahun terakhir. Oleh karena itu, diperlukan partisipasi masyarakat dalam menanggulangi penyakit ini dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Demikian ditegaskan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Joko Sarjono dalam rilis promosi kesehatannya (03/03/2020).
"Selama tahun 2019 dan awal tahun 2020, terdapat tiga orang penderita DBD yang meninggal dunia," sambungnya.
Lebih lanjut, Joko menjelaskan bahwa dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tercatat 340 kasus DBD. "Kasus DBD yang terbanyak terjadi pada periode tahun 2019 dan awal tahun 2020," ujar Joko.
Patut diketahui, lanjutnya, selama Desember 2019, terdapat kasus DBD paling banyak, yaitu mencapai 78. "Sampai awal Maret tahun 2020 sudah terjadi kasus DBD sebanyak 348 kasus. Hal ini yang harus kita perhatikan agar dapat dilakukan penanganannya," jelas Joko.
"Dinkes Belitung sudah melakukan langkah- langkah pencegahan, antara lain pemberantasan sarang nyamuk secara massal, dengan kegiatan Jumat barokah rutin dan penyemprotan (fogging) fokus," ungkapnya.
Untuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, lanjutnya, Dinkes juga sudah menyiarkan informasi melalui radio spot serta penyuluhan kepada guru SD, SMP, sanitarian, dan petugas surveilans.
"Kami juga melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus DBD yang sudah terkonfirmasi oleh rumah sakit," tuturnya.
Joko juga mengingatkan bahwa dinas kesehatan tidak dapat bekerja sendiri dalam penanggulangan DBD ini. "Masyarakat harus ikut serta dengan cara melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di lingkungan masing-masing. Terpenting, cepat tanggap jika ada anggota keluarga yang terindikasi menderita DBD dengan membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat," pungkas Joko.