PANGKALAN BARU - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS mengapresiasi upaya Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Cabang Kepulauan Bangka Belitung dalam mewujudkan transformasi kesehatan yang berkualitas.

Hali ini disampaikannya saat membuka Simposium Comprehensive Care Models for Cardio Metabolic Treatment dalam Kalventis Scientific Gathering yang digelar di Novotel Bangka Hotel & Convention Centre pada Sabtu (27/09/2025).

"Kegiatan PAPDI ini diharapkan mampu meningkatkan sinergi dan kolaborasi yang secara bersama-sama mewujudkan transformasi kesehatan yang berkualitas," ungkap Andri. 

Sekaligus, lanjutnya, sebagai forum ilmiah bagi para dokter spesialis penyakit dalam, dokter umum, dan tenaga kesehatan terkait untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi, khususnya dalam bidang endokrinologi dan kardiometabolik.

"Beradasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), terjadi peningkatan prevalensi penyakit diabetes melitus (DM) di Indonesia," tuturnya.

 "Dari 5,7% pada tahun 2007 menjadi 6,9% atau sekitar 9,1 juta pada tahun 2013 sehingga estimasi jumlah penderita di Indonesia akan meningkat," ungkap Andri.

 "Yang kemudian berisiko terkena penyakit lain, seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, dan gagal ginjal, bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan dan kematian," lanjutnya.

"Diagnosis dini dan tata laksana komprehensif pada penderita DM dapat menekan angka morbiditas dan mortalitas terhadap adanya penyakit komorbid ataupun komplikasinya," anjur Andri.

Lebih lanjut, Andri mengatakan bahwa diabetes dengan segala keterkaitannya dengan penyakit lain akibat komplikasi akut dan kronik, membutuhkan penatalaksaan yang komprehensif dan terintegrasi, baik oleh dokter maupun tenaga kesehatan yang terkait. 

"Oleh karena itu, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kemampuan para tenaga kesehatan dalam memberikan tatalaksana di bidang kardiovaskular-metabolik secara optimal," pungkas Andri.