PANGKALPINANG - Dalam rangka introduksi pelaksanaan imunisasi Rotavirus (RV) dan Human Papilloma Virus (HPV), Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar sosialisasi dan advokasi yang diselenggarakan di Hotel Swissbell pada Selasa (18/07/2023).
Saat membuka pertemuan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Rudy Mahardy menyatakan bahwa sebagai upaya pengendalian, Kementerian Kesehatan telah melaksanakan introduksi imunisasi RV untuk mencegah diare dan imunisasi HPV untuk mencegah kanker serviks secara terbatas di beberapa provinsi.
"Pada 2023, Kementerian Kesehatan berkomitmen untuk memperluas introduksi imunisasi RV dan HPV menjadi program nasional serta Babel menjadi salah satu wilayah terpilih. Jumlah sasaran imunisasi HPV mencapai 24.390 anak yang tersebar di 365 sekolah. Sasaran imunisasi RV sudah mulai dilakukan di Kabupaten Belitung pada 20 Desember 2022, dengan cakupan kumulatif sampai Juni 2023 baru mencapai 2,26 persen dari target 40 persen," ujarnya.
"Kami sangat mengapresiasi Yayasan Cakrawala dan Clinton Health Access Initiative (CHAI) sebagai mitra pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, yang memfasilitasi pelaksanaan kegiatan pertemuan sosialisasi dan advolasi imunisasi RV dan HPV di Bangka Belitung," tutur Rudy.
Dengan tersedianya informasi mengenai pelaksanaan introduksi imunisasi antigen baru ini, lanjutnya, kita dapat menggalang dukungan lintas sektor terkait untuk mengoptimalkan pelaksanaan imunisasi RV dan HPV di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Dukungan maksimal dapat memudahkan implementasi pelaksanaan imunisasi RV dan HPV di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung," pungkasnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS menjelaskan bahwa berdasarkan data Kementerian Kesehatan, angka kejadian kanker di Indonesia sampai saat ini diperkirakan setiap tahun muncul sekitar 200.000 kasus baru dan kanker serviks yang paling mendominasi.
"Untuk data 2020-2022 di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kasus kanker sebanyak 427 kasus, sedangkan kasus kanker serviks sebanyak 56 kasus dan merupakan kasus terbanyak ke 3," tuturnya.
"Berdasarkan data Profil Kesehatan Indonesia 2020, diare menjadi penyumbang kematian nomor dua pada kelompok usia 29 hari-11 bulan, dengan tingkat kematian mencapai 9,8 persen, sedangkan pada kelompok anak balita usia 12-59 bulan sebesar 4,55 persen," ujarnya.
Untuk di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lanjutnya, jumlah kasus ini masih sangat tinggi. "Pada 2022, angka kejadian diare sebanyak 7.283 kasus. Pada 2023, kasus mencapai 2.537 dan sekarang baru memasuki triwulan tiga, yang berarti kemungkinan jumlah ini masih bertambah," lanjutnya.
"Pelaksanaan introduksi imunisasi RV dan HPV ini merupakan salah satu bentuk upaya kita bersama meningkatkan pembangunan kesehatan. Kita berharap dapat mempercepat sinergi sistem kesehatan agar lebih kuat, siaga, antisipatif, responsif, dan tangguh dalam menghadapi ancaman masalah kesehatan sehingga dapat memajukan masyarakat yang sehat dan kuat," pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai instansi, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, dan lintas sektor guna mendukung introduksi pelaksanaan imunisasi RV dan HPV.