PANGKALPINANG -  Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Belitung siap untuk mensosialiasikan SIPGAR di lingkungan pendidikan. Hal ini disampaikan Pengelola Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zulfikri Thabrani usai mengikuti Sosialisasi SIPGAR Game yang diselenggarakan oleh Kementerian  Kesehatan Republik Indonesia melalui pertemuan virtual, Sabtu (22/01/2022).

"Sosialisasi ini bekerja sama dengan pengurus besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dengan sasaran guru, peserta didik, pengelola kesehatan olahraga Dinkes Provinsi, kabupaten/kota, dan puskesmas se-Indonesia," ujar Zulfikri.

"Hal ini karena berdasarkan hasil riskesdas, masih ditemukan banyak pelajar yang perilaku aktivitas fisiknya masih kurang atau rendah," lanjutnya. 

Lebih lanjut, Zulfikri mengatakan bahwa SIPGAR adalah aplikasi yang digunakan secara mandiri untuk mengukur tingkat kebugaran seseorang dengan menggunakan test Rockport atau tes jalan 6 menit.  
"Aplikasi ini diperkenalkan 15 Januari 2021 oleh Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI,'" jelasnya.

"Pada 7 Januari 2022, telah diperkenalkan SIPGAR GAME yang merupakan sebuah challenge bagi kita untuk membiasakan diri rajin berolahraga. Pada aplikasi ini, kita hanya menirukan gerakan yang dalam video. Setelah melewati level tertentu, kita akan mendapat reward berupa poin yang dapat ditukarkan dengan pulsa telepon, saldo Gopay dan lain-lain sesuai poin yang telah dikumpulkan. Satu poin dapat ditukar dengan Rp 1,- jadi kita harus mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya," papar Zulfikri.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar PGRI Pusat,  Prof. Dr. Unifah Rosyidi, M.Pd menyambut baik aplikasi SIPGAR. "Kami sangat antusias menerima aplikasi ini dan berharap para peserta didik akan terbiasa menyukai olahraga," harapnya.

Plt. Dirjen Kesmas, drg. Kartini Rustandi, M.Kes, R.Giri Wurjandaru selaku Koordinator Kesehatan Olahraga mengingatkan agar peserta didik tetap terus berolahraga. "Kebiasaan ini tidak akan berhenti walau tidak mendapat hadiah atau poin lagi," ujarnya.

Di akhir acara, dilakukan ujicoba penggunaan aplikasi oleh peserta karena hari ini poin yang dikumpulkan akan dikalikan 10. 

"Semoga dengan menggunakan aplikasi ini, motivasi masyarakat Indonesia dapat meningkat untuk gemar berolahraga. Salam sehat bugar produktif dan ceria," pungkas Zulfikri.