MENDO BARAT -  Aksi mencegah stunting, Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraaan Keluarga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maya Suganda Pasaribu mengajak siswi SMA Negeri 1 Mendo Barat untuk meminum tablet Fe atau tablet tambah darah. (21/06/2023)

Di hadapan lima ratus siswa-siswi, Maya menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak remaja. “Para pelajar ini merupakan calon ibu dan ayah sehingga harus mempersiapkan diri untuk menjadi orang tua,” lanjut Maya.

Salah satu cara pencegahan, lanjutnya, dengan mengonsumsi tablet yang mengandung zat besi atau Fe secara rutin. “Dalam kondisi normal, jika memiliki pola makan yang baik dan bergizi, remaja tersebut tidak perlu mengonsumsi tablet Fe. Namun, yang dikhawatirkan sekarang adalah maraknya makanan yang kurang baik dikonsumsi oleh kita, misalnya junkfood dan gorengan,” jelasnya.

“Padahal, kita bisa memanfaatkan makanan yang tersedia di lingkungan sehari-hari, dengan memunculkan kearifan lokal. Sebagai contoh, daun kelor bisa diolah menjadi bolu dan ikan bisa diolah menjadi makanan kekinian. Makanan ini mengandung zat besi yang dapat mencukupi gizi para remaja,”ujar Maya.

“Jika merasa kurang mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, remaja putri sebaiknya rutin mengonsumsi tablet Fe. Atur pola makan dengan baik dan jangan lupa sarapan setiap hari,” himbau Maya.

“Kenapa gerakan stunting ini harus dilakukan? Prevalensi stunting di Bangka Belitung masih di atas standar normal. Prevalensi yang ditetapkan pemerintah adalah 14 persen. Nah, kita di atas angka tersebut. Dengan demikian, kita harus serius melakukan aksi cegah stunting,”tegas Maya.

“Gerakan ini tidak bisa hanya sekali ini saja dilakukan. TP PKK Babel akan melakukan kegiatan yang berkesinambungan dan konsisten terkait gerakan cegah stunting dengan minum tablet Fe, dengan melibatkan sekolah dan dinas pendidikan,” ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS mengungkapkan bahwa lima kegiatan gerakan cegah stunting yang  dilakukan pemerintah, yaitu aksi bergizi, bumil sehat, posyandu aktif, jambore kader, dan cegah stunting itu penting.

“Kegiatan pada hari ini merupakan salah satu rangkaian gerakan cegah stunting itu penting,  yaitu gerakan mengedukasi masyarakat tentang stunting dan pencegahan nya dengan aktif minum tablet tambah darah atau tablet Fe,” jelas Andri.

“Sasaran prioritas strategi nasional percepatan pencegahan stunting adalah ibu hamil, ibu menyusui dan anak berusia 0-23 bulan. Selain itu, terdapat kategori sasaran penting yaitu anak usia 24-59 bulan, wanita usia subur (WUS) dan remaja putri. Sasaran penting ini perlu diintervensi apabila sasaran prioritas telah terlayani secara optimal,” tuturnya.

“Gerakan cegah stunting dengan mengonsumsi tablet Fe bukan sekali ini saja dilakukan. Aksi ini sudah diselenggarakan pada tahun sebelumnya. Selanjutnya, aksi ini juga akan menyasar sekolah lainnya sehingga kejadian stunting tidak terjadi lagi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” harap Andri.

Sebelum aksi minum tablet FE, dilakukan senam pagi bersama dan pemeriksaan kesehatan bagi siswa-siswi, guru, dan tenaga pendukung di lingkungan SMA Negeri 1 Mendo Barat. Edukasi dan penyuluhan juga disampaikan oleh tim Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, PERSAGI Babel, dan Puskesmas Petaling.