PANGKALPINANG - Menargetkan three zero HIV AIDS di tahun 2030, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) harus mengevaluasi pelaksanaan program HIV PIMS. Hal ini disampaikan oleh Kadinkes Babel, Ria Agustine saat menyampaikan arahannya dalam Pertemuan Monitoring, Evaluasi dan Validasi Data HIV dan PIMS Tahun 2026, yang digelar di Ruang Pertemuan Dinkes Babel, Senin (2/11/2026).
"Identifikasi masalah dalam pelaksanaan program HIV PIMS, sekaligus menyusun rencana tindak lanjut dalam mencapai target HIV dan PIMS," lanjut Ria.
Ria menegaskan bahwa Dinkes Babel berkomitmen dalam mencapai target Three Zero.
Pertama, lanjut Ria, Babel harus Zero Infeksi Baru HIV. "Tidak ada lagi penularan ataupun kasus baru infeksi HIV di masyarakat. Edukasi, tes HIV sukarela, dan pencegahan penularan sejak dini harus terus digelar," jelasnya.
Kedua, Zero Kematian akibat AIDS, lanjut Ria. "Tidak boleh ada lagi nyawa yang hilang karena AIDS. Orang dengan HIV/AIDS harus mendapatkan pengobatan ARV secara rutin, pendampingan, dan perawatan yang berkelanjutan agar tetap sehat dan produktif," tuturnya.
Dan yang ketiga, Zero Stigma dan Diskriminasi, lajutnya. "Masyarakat berempati dengan menghapus segala bentuk stigma, prasangka, dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV/AIDS atau ODHIV," lanjutnya.
"Mereka berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang sama, dihormati, dan diterima di antara masyarakat tanpa rasa takut," tutunya.
"Dengan Three Zero, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama peduli, tidak menjauhi ODHIV, tetapi merangkul dan mendukung mereka," pungkas Ria.
Sementara Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Meiristia Qomariah mengungkapkan bahwa secara kumulatif capaian kasus HIV AIDS Babel sebesar 95-95-95 sampai Desember 2025.
"Jumlah ODHIV hidup dan mengetahui status HIV sebanyak 73 persen dari target 87 persen; jumlah ODHIV mengetahui status dan dalam pengobatan on ART sebesar 71 persen dari target 60 persen," jelas Meiristia.
"Jumlah ODHIV dalam pengobatan ARV dengan virus tersuspresi sebesar 57 persen dari target 70 persen," lanjutnya.
"Melalui pertemuan ini, kami berharap bisa mendapatkan data yang valida, akurat dan dapat diandalkan sehingga peningkatan kegiatan program HIV AIDS bisa tercapai," pungkas Meiristia.