PANGKALPINANG - Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mendampingi Dinas Kesehatan memenuhi data insight dan metada pada portal Satu Data Indonesia (SDI). Kegiatan ini digelar di Instalasi Farmasi Dinkes Babel dan diikuti oleh pengelola data kesehatan, baik dari Dinkes Babel maupun rumah sakit daerah Babel, Rabu (05/11/2026).

Saat menyampaikan arahannya, Kadinkes Babel yang diwakili oleh Sekdin Babel, Lucia Sinta Silalahi mengungkapkan bahwa Dinkes terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan sistem tata kelola data kesehatan yang terintegrasi, akurat, dan transparan. 

"Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Pengelolaan Data Insight dan Metadata yang diadakan untuk menyelaraskan sistem informasi antarinstansi kesehatan di daerah," lanjutnya.

"Sektor kesehatan merupakan bidang yang sarat dengan kebutuhan data. Perencanaan program, pengadaan fasilitas kesehatan, hingga berbagai tindakan darurat dan preventif mutlak memerlukan basis data yang kuat," jelasnya.

Namun, lanjutnya, tantangan utama yang masih dihadapi saat ini adalah kelemahan dalam hal penyimpanan, pengumpulan, serta penyebarluasan data yang belum optimal.

"Di dunia kesehatan, kita punya banyak sekali data dan baru bisa merencanakan suatu program atau membeli alat kesehatan berdasarkan data," tuturnya.

"Namun, diakui bahwa kelemahan kita masih ada pada penyimpanan, pengumpulan, hingga penyebarluasan data itu sendiri," ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya interoperabilitas data, seluruh instansi terkait diharapkan dapat saling terhubung, bertukar, serta membagikan data secara aman, terukur, dan tersandardisasi. 

"Meski demikian, aspek keamanan, kerahasiaan, serta tata cara penyimpanan data yang baik tetap menjadi prioritas utama agar informasi strategis pembangunan kesehatan tetap terlindungi dengan baik," pungkas Lucia.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selaku Pembina Data Statistik.