PANGKALPINANG - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggelar Gerakan Nasional Aksi Bergizi, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masuk ke daftar sepuluh besar sekolah terbanyak yang beraksi dan terlibat. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, dr. Andri Nurtito, MARS dalam rilis pramasnnya pada Rabu (26/10/2022).
“Berdasarkan rekapitulasi data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Babel berada di urutan ketujuh dengan jumlah sekolah di Babel yang terlibat dalam Gerakan Nasional Aksi Bergizi sebanyak 175 sekolah, yang tersebar di tujuh kabupaten/kota tanpa terkecuali,” lanjut Andri.
“Baik di Pulau Bangka maupun Pulau Belitung, kami memantau semua kegiatan berjalan lancar. Bahkan, peran kepala daerah yang terlibat merupakan sinyal dukungan kuat kegiatan ini membuat kami bangga dan yakin terhadap keberlanjutan tujuan kegiatan ini. Kami menghaturkan terima kasih atas partisipasi dan peran serta semua sekolah yang terlibat,” lanjutnya.
“Aksi bergizi merupakan rangkaian program gizi remaja di sekolah yang bertujuan memperbaiki status gizi dan kesehatan remaja melalui peningkatan pola hidup sehat,” tuturnya.
“Banyak kebiasaan terkait gizi seseorang yang dimulai pada saat remaja dan akan dibawa sampai mereka dewasa sehingga dapat berkontribusi terjadi stunting pada generasi selanjutnya. Hal ini juga berpotensi terjadi peningkatan prevalensi penyakit tidak menular di masyarakat,” urainya.
Oleh karena itu, lanjutnya, pemerintah perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, antara lain mempunyai ciri sehat fisik, mental, sosial serta spiritual, kreatif produktif berprestasi, mandiri serta pantang menyerah.
Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, dr. Hastuti, M.Sc saat menyampaikan arahan dalam Aksi Bergizi di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Pangkalpinang mengatakan bahwa pembudayaan perilaku hidup sehat gizi melalui gerakan masyarakat bisa dilakukan di sekolah.
“Bisa dibilang anak zaman sekarang suka mager (ed. males gerak) karena asyik dengan gadget. Akibatnya, mereka kurang melakukan aktivitas fisik,” ujar Hastuti.
Oleh karena itu, rangkaian kegiatan hari ini, yang dimulai dengan senam bersama, sarapan bersama, dan minum tablet tambah darah bersama, merupakan langkah awal yang dapat dilakukan secara konsisten.
“Kami menggandeng guru UKS di sekolah untuk memantau pelaksanaan TTD bagi remaja putri ini. Setiap yang mengonsumsi TTD harap dapat input di aplikasi CERIA. Hal ini akan menjadi data kepatuhan dan pemantauan,” ujarnya.
“Kami berharap rangkaian program ini dapat berkelanjutan dan dilaksanakan setiap minggunya. Tidak hanya di SMK Negeri 5 Pangkalpinang saja, melainkan di semua sekolah yang ada di Babel ini,” pungkas Hastuti.