Seluk-Beluk Demam Berdarah (DBD)

Penyakit demam berdarah (DBD) sering kali meningkat setiap musim hujan tiba. Demam berdarah sendiri merupakan infeksi virus yang disebabkan oleh nyamuk spesies Aedes, yatu Aedes aegypti atau Aedes albopictus.
Peningkatan kasus DBD di musim hujan karena banyaknya genangan air di lingkungan sehingga menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

Penyebab demam berdarah
Demam berdarah adalah infeksi virus yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk yang terinfeksi.
Jenis nyamuk yang menyebabkan DBD adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus.
Umumnya, nyamuk menggigit di pagi dan juga sore hari, yang umumnya menyerang anak-anak berusia kurang dari 15 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa.
Ketika nyamuk ini menggigit seseorang, maka ia dapat terinfeksi virus dengue sehingga mengalami menderita penyakit DBD. Kemudian, virus dengue masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk tersebut.

Cara penularan demam berdarah
Virus demam berdarah (DBD), tidak dapat menyebar langsung dari orang ke orang. Ada 3 cara penularan demam berdarah menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), yaitu:
1. Melalui Gigitan Nyamuk
Nyamuk menjadi terinfeksi ketika mereka menggigit orang yang terinfeksi virus. Nyamuk yang terinfeksi kemudian dapat menyebarkan virus ke orang lain melalui gigitan.
2. Transmisi ibu
Seorang wanita hamil yang sudah terinfeksi dengue dapat menularkan virus ke janinnya selama kehamilan atau sekitar waktu kelahiran.
3. Mode transmisi lainnya
Sangat jarang demam berdarah dapat menyebar melalui transplantasi organ, atau melalui luka tusukan jarum.

Pencegahan Demam Berdarah
Cara terbaik untuk mengendalikan nyamuk “Aedes aegypti” adalah dengan menyingkirkan habitatnya. Program yang sering dikampanyekan di Indonesia adalah 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.

  1. Menguras bak mandi, untuk memastikan tidak adanya larva nyamuk yang berkembang di dalam air dan tidak ada telur yang melekat pada dinding bak mandi.
  2. Menutup tempat penampungan air sehingga tidak ada nyamuk yang memiliki akses ke tempat itu untuk bertelur.
  3. Mengubur barang bekas sehingga tidak dapat menampung air hujan dan dijadikan tempat nyamuk bertelur.

Pengobatan Demam Berdarah
Sayangnya tidak ada pengobatan khusus untuk penyakit ini. Saat pulih, kamu harus minum banyak cairan. Hubungi dokter juga segera jika kamu memiliki tanda dan gejala dehidrasi berikut ini:

  1. Berkurangnya buang air kecil.
  2. Sedikit atau tidak ada air mata.
  3. Mulut atau bibir kering.
  4. Kelesuan atau kebingungan.
  5. Ekstremitas dingin atau lembap;

Obat yang dijual bebas seperti acetaminophen dapat membantu mengurangi nyeri otot dan demam. Namun, jika kamu mengidap penyakit ini, kamu harus menghindari jenis obat pereda nyeri lainnya, termasuk aspirin, ibuprofen dan naproxen sodium. Pasalnya, obat pereda nyeri ini dapat meningkatkan risiko komplikasi perdarahan .

Jika kamu mengalami demam berdarah yang parah, kamu memerlukan:

  1. Perawatan suportif di rumah sakit.
  2. Penggantian cairan dan elektrolit intravena (IV).
  3. Pemantauan tekanan darah.
  4. Transfusi darah untuk menggantikan kehilangan darah.
Penulis: 
Tati Maryani, S.Kep
Sumber: 
Tim Media Dinkes Babel

Artikel

05/11/2022 | Tim Media Dinkes Babel
20/09/2022 | Tim Media Dinkes Babel
31/08/2022 | Tim Media Dinkes Babel
01/08/2022 | Tim Media Dinkes Babel
16/02/2021 | Ns. Malinda Listari, S.Kep
31/12/2018 | Zulfikri Tabrani, SKM | Pembimbing Kesehatan Kerja Muda
06/06/2020 | Ns. MALINDA LISTARI, S.Kep
22/09/2014 | RSU Provinsi
01/08/2022 | Tati Maryani, S.Kep