Perluasan Cakupan Imunisasi RV dan HPV, Dinkes Babel Tingkatkan Kapasitas Petugas Kabupaten/Kota

PANGKALPINANG - Dalam rangka perluasan cakupan introduksi imunisasi Rotavirus (RV) dan Human Papilloma Virus (HPV), Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Dinkes Babel) mengupayakan  peningkatan kapasitas kepada petugas imunisasi kabupaten/kota.

Saat membuka Peningkatan Kapasitas Petugas Imunisasi Kabupaten/Kota dalam Rangka Introduksi Imunisasi RV dan HPV, yang diselenggarakan di Hotel Swiss Bel, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Sekretaris Dinas, Rudy Mahardy mengungkapkan bahwa kegiatan ini perlu dilaksanakan agar memudahkan peningkatan cakupan imunisasi RV dan HPV yang tinggi dan merata di wilayah Babel, Selasa (05/09/2023).

"Sebagai upaya pengendalian kanker serviks dan diare di Indonesia, Kementerian Kesehatan  melaksanakan introduksi imunisasi RV untuk pencegahan diare dan imunisasi HPV untuk pencegahan kanker serviks," ujarnya.

"Di Babel,  introduksi imunisasi RV telah dilaksanakan di Kabupaten Belitung mulai 20 Desember 2022. Cakupan kumulatif sampai dengan Juni 2023 baru mencapai 2,26 persen dari target 40 persen," lanjutnya.

Saat ini, lanjut Rudy, dan perluasan sedang dilaksanakan serentak seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Dengan difasilitasi oleh Yayasan Cakrawala dan Clinton Health Access Initiative (CHAI) sebagai mitra pemerintah bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan, pertemuan peningkatan kapasitas ini dapat terselenggara. Kami sangat mengapresiasi," ujar Rudy.

Sementara Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Evalusi menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan imunisasi RV dan HPV ini masih terbilang baru. 

"Di lapangan, tim tenaga kesehatan (nakes) masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain orang tua belum tahu atau belum tersosialisasi tentang imunisasi antigen baru, termasuk RV dan HPV ini," ujarnya.

"Masih ada kehawatiran tentang suntikan ganda. Hal ini akibat belum adanya advokasi yang menyeluruh kepada masyarakat. Bahkan, ada kabupaten/kota yang sudah melaksanakan imunisasi antigen baru, tetapi belum 100 persen puskesmas yang terlibat," lanjutnya.

Secara teknis, lanjutnya, belum semua puskemas melakukan input di Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) sehingga capaian hingga Juli 2023 rendah. 

"Kami harapkan hal ini tidak terjadi di Babel. Selain dengan puskesmas dan posyandu, tim dapat berkoordinasi dengan Rumah sakit atau fasyankes swasta lainnya yang memberikan imunisasi antigen baru agar laporan cakupan imunisasi dapat diperoleh dan dilaporkan.

"Kita akan mengupayakan sosialisasi imunisasi ini, termasuk edukasi dan advokasi, kepada semua masyarakat secara terus menerus melalui semua media komunikasi. Semoga pelaksanaan imunisasi RV dan HRV dapat berjalan dengan lancar," pungkas Evalusi.

Sumber: 
Tim Media Dinkes Babel
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes