Tangani Gizi, Dinkes Babel dan Tim Gubernur Kunjungi Warga Air Anyir

Pangkalpinang - Salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di bidang kesehatan adalah penanganan masalah gizi anak. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan gubernur berupaya untuk turun langsung dalam rangka mencegah dan menyelesaikan masalah ini.
Kali ini, tim Dinkes dan staf khusus gubernur, Bambang Ari Satria  meninjau kondisi balita yang dideteksi menderita gizi kurang di Desa Air Anyir Baturusa. Bayi berusia 31 bulan bernama Nining Ariyani ini dideteksi gizi kurang pada bulan Oktober 2017.(31/01/2018)

Saat itu, berat bayi Nining adalah 7 kilogram dan langsung diberikan Pemberian Makanan Tambahan (PBT) oleh Puskesmas Baturusa. Setelah tiga bulan, peningkatan berat bayi Nining tidak membaik secara signifikan. Berdasarkan penimbangan hari jni, berat bayi 7,6 kilogram dengan panjang 71 cm, bayi Nining masih dideteksi gizi kurang walaupun sudah diberikan PMT selama tiga bulan.

"Lazimnya, jika tidak mengalami susah makan  atau tetap suka makan dan tanpa penyakit penyerta,  dengan mengonsumi satu kotak PMT, bayi tersebut akan mengalami peningkatan berat badan yang cukup baik, kurang lebih minimal dua kilogram," jelas Endah Setyowati, Pengelola Program Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (31/01/2018)
Untuk bayi Nining, lanjutnya, harus dipastikan penyebab berat badannya tidak meningkat secara signifikan.

"Banyak faktor yang dapat menjadi penyebab. Berdasarkan hasil wawancara dengan sang ibu, bayi Nining memang didiagnosis menderita pengeroposan tulang sejak lahir," jelasnya.
Hal ini berarti bayi Nining memang memiliki penyakit penyerta sejak lahir. Selain itu, harus dicermati lagi pemberian makanan tersebut secara tepat, apakah sudah diberikan hanya kepada bayi Nining atau dibagikan kepada keluarga atau yang lainnya. Untuk diketahui, kondisi ekonomi keluarga bayi Nining memang cukup memprihatinkan. Dengan berdinding papan seadanya, keluarga bayi Nining tinggal di rumah satu kamar tanpa WC.

Bambang Ari Satria, staf khusus gubernur, menegaskan bahwa Gubernur Kepulauan Bangka Belitung selalu memantau kondisi kesehatan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung. "Kedatangan tim ini mewakili gubernur  berdasarkan laporan masyarakat. Kami  berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, dan Puskesmas Baturusa untuk selalu memperhatikan masyarakat," jelasnya. (31/01/2018)
"Kali ini, Puskesmas Baturusa kembali menyerahkan PMT untuk  bayi Nining. Selanjutnya, kami akan berkoordinasi dengan dengan Dinas Sosial agar keluarga bayi Nining bisa mendapatkan bantuan," tambahnya.

Hermain, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berpesan agar setiap keluarga dapat sadar tentang pentingnya hidup sehat. "Mulailah dari hal kecil saja. Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum makan. Hal kecil seperti ini saja dapat menghindarkan kita dari penyakit, misalnya diare," pungkasnya. (31/01/2018)

Pada kesempatan yang sama, tim melanjutkan kunjungan ke Ibu Kalsum yang terbaring sakit selama delapan bulan. Didiagnosis mengalami gangguan syaraf, Ibu Kalsum yang berusia 42 tahun ini tidak dapat menggerakkan kakinya yang mengalami mati rasa atau kebas mulai dari pinggang hingga kakinya. Selanjutnya, Puskesmas Baturusa akan memberikan rujukan agar Ibu Kalsum dapat berobat ke Rumah Sakit Umum Provinsi.

 

Sumber: 
Humas Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Tags: 
Gizi kurang

Berita

13/02/2018 | Humas Dinas Kesehatan P...
13/02/2018 | Humas Dinas Kesehatan P...
06/02/2018 | Humas Dinas Kesehatan P...
25/01/2018 | Bidang Kesehatan Masyar...
12/01/2018 | Bidang Pelayanan Keseha...
12/01/2018 | Humas Dinas Kesehatan P...
10/01/2018 | Dinas Kesehatan Provins...