Yulizar: Jajaran Kesehatan Harus Aktif Menanggulangi Masalah Kesehatan

PANGKALPINANG - Seluruh jajaran kesehatan, baik yang bertugas di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, maupun seluruh stakeholder terkait, termasuk organisasi profesi kesehatan, harus mengambil peran secara aktif dan terus-menerus dalam melakukan upaya promosi, pencegahan, dan penanggulangan masalah kesehatan. Hal ini dikemukakan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulizar Adnan, dalam acara puncak Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2019 di Hotel Sahid. (12/04/2019).

“Saat ini, kita masih menghadapi tantangan kesehatan yang terjadi di Indonesia, termasuk di Kepulauan Bangka Belitung, antara lain masih tingginya angka kematian ibu, angka kurang gizi dan stunting, serta angka penyakit menular dan tidak menular,” ungkap Yulizar.

Menurut Yulizar, jika kita ingin meningkatkan kualitas hidup masyarakat kita saat ini dan di masa yang akan datang, permasalahan ini harus segera diselesaikan. “Sudah selayaknya jika jajaran kesehatan memanfaatkan ilmu dan teknologi sebagai sarana dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” jelasnya.

Melalui rakerkesda ini, lanjut Yulizar, kita berharap terjadi peningkatan komitmen Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam menghadapi isu di bidang kesehatan melalui pelibatan semua stakeholder, dengan kegiatan dan pelayanan kesehatan yang terorganisasi dengan baik, tenaga kesehatan terlatih dengan baik, yang tentunya kita harapkan akan berdampak pada pelaksanaan pelayanan kesehatan yang berkinerja baik.

Senada dengan Yulizar, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto menjelaskan bahwa pemenuhan sumber daya manusia kesehatan yang berilmu tinggi dan mempunyai keahlian mumpuni serta kompetensi yang baik untuk memenuhi akses pelayanan kesehatan merupakan suatu keniscayaan.

“Kemajuan teknologi saat ini juga merupakan sarana untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas,” ungkap Mulyono.

Selain itu, lanjutnya, keluarga sehat memiliki peran fundamental sebagai pondasi bagi pencapaian tujuan pembangunan lainnya. “Oleh karena itu, semua pemangku kepentingan terkait seyogianya terlibat aktif dalam upaya mewujudkan keluarga sehat dalam program pembangunan kesehatan tersebut,” harap Mulyono.

Rakerkesda ini juga dihadiri oleh jajaran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia  Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, dr. Siswanto, MPH, DTM; Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Kemkes RI, drg. Agus Suprapto, M.Kes; dan Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi Kesehatan, dr. Subuh, MPPM.

Pada kesempatan ini, dilaksanakan penandatanganan dan penyerahan berita acara serah terima penggunaan barang milik daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung secara simbolis. Lahan ini dihibahkan untuk bangunan Kantor Kesehatan Pelabuhan di Tanjung Pandan Kabupaten Belitung. Dalam hal ini, yang menyerahkan adalah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diwakili oleh oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs. H. Yulizar Adnan, M.Si dan  yang menerima adalah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Kesehatan, dr. H.M. Subuh, MPPM.

Sumber: 
Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Zulfikri Thabrani
Bidang Informasi: 
Dinkes

Berita

08/05/2019 | Bidang Sumber Daya Kese...
07/05/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
23/04/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
27/03/2019 | Bidang Sumber Daya Kese...
27/03/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
20/03/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
28/02/2019 | Bidang Pencegahan dan P...