Yankestrad Harus Dibina & Diawasi Pemerintah

PANGKALPINANG – Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pelayanan kesehatan tradisional harus dibina dan diawasi oleh pemerintah agar dapat dipertanggungjawabkan manfaat dan keamanannya. Demikian dikatakan oleh Sumini Yuliastuti, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan, yang dalam kesempatan ini mewakili Gubernur Kepulauan Bangka Belitung saat membuka kegiatan Advokasi Pelayanan Kesehatan Tradisional yang bertempat di Hotel Novotel-Pangkalan Baru. (04/05/2017)

“Hal ini perlu dilakukan karena pelayanan kesehatan tradisional (yankestrad) cukup banyak dilakukan di masyarakat kita. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, 30,4 persen rumah tangga di Indonesia memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional dalam satu tahun terakhir. Dari jumlah tersebut, jenis yankestrad yang paling banyak digunakan masyarakat adalah keterampilan tanpa alat (misal, pijat urut) sebanyak 77,8 persen dan pemanfaatan ramuan (jamu) sebanyak 49 persen,” ungkapnya.

Salah satu wadah yang dapat digunakan untuk membuktikan pelayanan kesehatan tradisional yang aman dan bermanfaat adalah Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (Sentra P3T). Menurutnya, di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Sentra P3T dibentuk berdasarkan Keputusan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor: 188.44/1178/dinkes/2011 tanggal 30 Desember 2011. Namun demikian, Sentra P3T juga harus didukung oleh Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana yang sesuai standar, yaitu Peraturan Menteri kesehatan Nomor  90 Tahun 2013.

Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 28 puskesmas memiliki tenaga kesehatan terlatih akupresur dan pemanfaatan toga untuk asuhan mandiri. Demikian juga dengan dokter di RSUD Sungailiat-Bangka, RSUD Sejiran Setason–Bangka Barat, RSUD Depati Hamzah Pangkalpinang, RSU Provinsi Dr (Hc) Ir. H. Soekarno, dan RSUD Bangka Tengah.

Dengan melibatkan gubernur, bupati /walikota se- Provinsi Kep. Bangka Belitung, Sekretaris daerah Provinsi dan Kabupaten kota, Bappeda Provinsi dan Kabupaten kota, diharapkan pertemuan ini mengadvokasi para pengambil kebijakan di daerah sehingga program pelayanan kesehatan tradisional dapat diperhatikan , terutama dari segi anggaran.

Meinarwati, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa salah satu tugas Sentra P3T adalah melakukan penapisan melalui pengkajian, penelitian, dan/atau pengujian  terhadap metode, bahan/obat tradisional dan alat kesehatan tradisional yang sedang berkembang dan/ atau banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sentra P3T juga memberikan pembekalan prinsip-prinsip kerja yang aman serta sesuai dengan kaidah bersih dan sehat kepada masyarakat/pengobat tradisional atas permintaan Dinas Kesehatan,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Mulyono Susanto, kepala Dinas Kesehatan Provinsi kepulauan Bangka Belitung berharap pengembangan pelayanan kesehatan tradisional  didukung dengan peningkatan SDM berkualitas melalui pelatihan, kompetensi demi mewujudkan yankestrad yang aman, bermanfaat dan bermutu  bagi seluruh lapisan masyarakat melengkapi pelayanan kesehatan secara komprehensif. “Masyarakat harus lebih selektif memilih penyehat tradisional yang sudah terdaftar (STPT) guna menciptakan pengobatan tradisional yang aman, bermanfaat, dan tidak bertentangan dengan norma/aturan yg berlaku. Yankestrad juga mengembangkan pemanfaatan kearifan lokal dalam pelayanan kesehatan tradisional dengan didukung penelitian/kajian ilmiah,” pungkasnya. (ACH)

Sumber: 
Bidang Pelayanan Kesehatan
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda C./Tonggo Margaretha B.
Tags: 
Pelayanan kesehatan tradisional; yankestrad; pelayanan kesehatan; puskesmas; tenaga kesehatan