Wapres RI Apresiasi Upaya Gubernur Babel Tanggulangi Stunting

PANGKALPINANG - Wakil Presiden Republik Indonesia, Ma'ruf Amin sangat mengapresiasi Gubernur dalam upaya menanggulangi stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini diungkapkan beliau saat memberi arahan dalam kegiatan Dialog Penanggulangan Stunting dengan para kader kesehatan, tokoh agama, serta perangkat desa, yang digelar di Belitung Resort Hotel - Pasir Padi. (26/02/2020)

"Berdasarkan laporan Gubernur, angka stunting di Bangka Belitung berada di bawah rata-rata nasional, yaitu 23,4 persen, sedangkan rata-rata nasional sebesar 27,67 persen. Tentunya diperlukan usaha yang luar biasa dalam menurunkan angka stunting ini. Saya sangat mengapresiasi usaha yang dilakukan sedemikian rupa sehingga hal ini bisa tercapai," jelas Ma'ruf.

Namun demikian, lanjutnya, angka yang kita tuju adalah 14 persen. "Stunting ini menjadi penting karena kita  menuju generasi yang unggul, cerdas, sehat, produtrif, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Sehat itu termasuk bebas stunting. Terkena stunting itu berarti tidak sehat. Pikiran menjadi kecil sehingga stunting itu harus dicegah," lanjutnya.

Lebih lanjut, Ma'ruf Amin menjelaskan bahwa upaya pencegahan stunting itu dimulai dari 1000 hari pertama kehidupan. Dimulai dari kehamilan sampai menyusui. "Ada upaya pranikah sebagai pencegahan. Yang akan menikah harus mampu, baik secara fisik masupun mental hingga yang bersangkutan  mampu mengelola rumah tangga dan  mengurus anaknya dan mampu memenuhi kebutuhan anaknya," ujar Ma'ruf.

Sertifikat pranikah, tambah Ma'ruf. "Jangan dinilai dari sertifikatnya, tapi yang terpenting adalah pemahamannya. Tugas suami dan istri mencegah anak menjadi stunting. Pernikahan menuju keluarga yang sakinah dan sejahtera," 

"Indonesia memiliki predikat sebagai negara maju. Namanya maju, jangan  sampai angka stunting semakin tinggi. Apresiasi untuk Babel, tidak hanya stunting yang di bawah rata-rata nasional. Angka kemiskinan juga di bawah rata-rata nasional. Harapan kita, Babel dapat menjadi yang terbaik di seluruh Indonesia dan bisa menjadi contoh nasional," harap Ma'ruf.

Sementara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menjelaskan bahwa  Babel melakukan banyak upaya dalam menangani stunting. "Kami membentuk tim khusus yang diketuai oleh Wakil Gubernur agar  peran lintas sektor dapat bersinergi. Dan dengan menetapkan 69 lokus stunting, upaya percepatan penurunan angka stunting dapat lebih fokus dan terarah," lanjut Erzaldi.

"Babel juga melakukan berbagai inovasi. Gema Sabuk Amang, misalnya, yaitu gemar makan sayur, buah, umbi, kacang-kacangan, dan ayam merawang. Kami juga didukung kader yang siap dalam mencegah stunting. Mereka kami panggil Si Centing," jelasnya.

Selain itu, lanjut Erzaldi, ada inovasi ambong, yaitu asistensi dan asupan makanan tambahan untuk balita dan ibu mengandung. "Inovasi ini melibatkan kader kesehatan sehingga masyarakat dapat lebih mudah mendapat esukasi dan pendampingan," jelas Erzaldi.

Dengan mengusung tema Strategi Menghimpun Tokoh dan Penggiat Desa dalam Percepatan Pencegahan Stunting di Desa, turut mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia beserta ibu, antara lain Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Terawan Agus Putranto dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. Tampak hadir Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Abdul Fatah serta Bupati Bangka, Mulkan.

Sumber: 
Sekretariat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Mislam - Biro Humas & Protokol Sekda Provinsi Kep. Babel
Bidang Informasi: 
Dinkes