Sekda Babel: Germas Tanggung Jawab Lintas Sektor!

PANGKALANBARU - Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Naziarto menegaskan bahwa Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) merupakan tanggung jawab lintas sektor, baik pemerintah maupun swasta. Hal ini diungkapkan Naziarto saat membuka kegiatan Penyusunan Rencana Operasional dengan Lintas Sektor Terkait Dukungan Germas yang digelar di Hotel Soll Marina. (19/02/2020)

"Perlu dukungan pemerintah dan swasta dalam mewujudkan germas kepada masyarakat. Perangkat daerah menjadi corong penggerak seluruh elemen, baik dukungan dari sektor pemerintah, swasta, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk memberdayakan masyarakat dan menyebarluaskan informasi," lanjutnya. 

Oleh karena itu, lanjut Naziarto, para peserta pertemuan yang merupakan perwakilan perangkat daerah dari Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka Selatan dapat mengombinasikan kegiatan yang akan direncanakan dengan germas. "Pertemuan ini menjadi momentum yang paling baik bagi kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mewujudkan masyarakat hidup sehat dan sejahtera," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, beliau juga sempat membagikan tips sehat. "Saya anjurkan untuk membiasakan diri untuk membaca setiap hari. Sempatkan membaca koran, misalnya. Dengan berpikir, otak menjadi kreatif dan badan menjadi sehat," paparnya.

Sehat diawali dari saya, tambah Naziarto. "Jika ingin sehat, kita sendiri yang harus menciptakannya. Orang yang selalu bekerja, berpikir, dan berolahraga memiliki harapan hidup yang lebih tinggi. Misalnya, usia kakek yang berkebun dan mencangkul setiap hari, bisa mencapai 80 tahun," lanjutnya.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Bahuri mengatakan bahwa melalui Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, pemerintah dengan melibatkan pemangku kepentingan, swasta, akademisi, LSM dan sektor lainnya untuk dapat berperan serta dalam pembangunan kesehatan dengan menekankan pada upaya promotif dan preventif. 

"Germas dapat diwujudkan melalui edukasi hidup sehat, peningkatan kualitas lingkungan, pencegahan dan deteksi dini penyakit, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi. Tentunya juga peningkatan perilaku hidup sehat dan aktivitas fisik," jelasnya. 

Saat ini, lanjutnya, permasalahan kesehatan yang timbul sebagian besar diakibatkan oleh pola hidup masyarakat yang tidak sehat. "Hal ini dipengaruhi oleh berbagai hal, seperti tingginya konsumsi masyarakat akan makanan yang mengandung gula, garam, lemak, minimnya konsumsi buah dan sayur. Aktivitas fisik/olahraga pun semakin berkurang dilakukan," ungkap Bahuri.

"Dalam mengatasi hal ini, diperlukan upaya pendekatan promotif dan preventif yang sangat efektif untuk menjawab berbagai tantangan kesehatan. Pada dasarnya, pencegahan penyakit sangat tergantung pada perilaku individu. Dan untuk itu semua juga membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari keluarga kita dan masyarakat keseluruhan," pungkas Bahuri.

Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes