RSCM Segera MOU dengan RSUP Soekarno

AIR ANYIR – Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo akan segera menjalin MOU dengan Rumah Sakit Umum Provinsi HC Ir. Soekarno, guna menemenuhi kebutuhan sumber daya manusia dokter subspesialis onkologi bidang bedah, penyakit dalam, kebidanan, dan anak yang akan ditugaskan ke RSUP Soekarno. Hal ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dalam  memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal untuk masyarakat dengan fasilitas yang sejajar dengan rumah sakit terbaik lainnya. Demikian dikatakan oleh Mulyono Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat menerima tim medis Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo yang akan menangani pasien hidrosefalus di Rumah Sakit Umum Provinsi HC Ir. Soekarno Air Anyir dalam Gerakan Bersama Peduli Hidrosefalus. (09/05/2017)

“Berdasarkan data BPJS Kesehatan per Januari 2017, terdapat 834 pasien BPJS di Provinsi Bangka Belitung yang harus dirujuk ke rumah sakit tipe B. Namun, yang dirujuk keluar Provinsi hanya 24 pasien, sisanya terpaksa harus dilayani dengan standar pelayanan rumah sakit tipe C,” jelasnya.
Seperti yang diketahui, rumah sakit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung belum ada yang memiliki standar pelayanan tipe B. Semua rumah sakit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung masih  dalam kategori tipe C. “Biar bagaimana pun, rumah sakit tipe C memiliki keterbatasan.  Oleh karena itu, kami berupaya agar kami mendapatkan kesempatan untuk percepatan RSUP Soekarno menjadi rumah sakit tipe B dengan standar minimal yang sama dengan provinsi lain,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, beliau menyatakan keprihatinannya atas hasil survei yang dilakukan di Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Pasalnya, survei kepuasan pelanggan di Bangka Belitung hanya mendapatkan skor 68,4, yang jika dibandingkan dengan skor nasional dengan standar 78, skor tersebut sangat rendah. 
“Namun, hadirnya tim medis Rumah Sakit DR. Cipto Mangunkusumo - FK UI dalam kegiatan penanganan penderita hidrosefalus di RSUP Soekarno di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi awal yang baik. Selain melayani masyarakat, kegiatan ini akan membantu dokter-dokter kami untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan serta memberikan pengetahuan dan ilmu mengenai bedah saraf untuk dokter di RSUP Soekarno. Kami sangat berterima kasih atas kesempatan yang telah kami dapatkan” lanjutnya.

Setyo Widhi, mewakili tim medis RSCM, menyatakan kesiapannya untuk mendukung pelayanan kesehatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Walaupun berada di pusat, para tim medis RSCM secara periodik ingin memberikan sesuatu ke tempat-tempat yang membutuhkan, seperti halnya pengabdian masyarakat,” lanjutnya. (09/05/2017)
Beliau menjelaskan bahwa penunjukan RSCM sebagai sister hospital untuk RSUP Soekarno oleh Kementerian Kesehatan sangat diapresiasi. Kami akan berbagi sehingga manajemen untuk  penanganan pasien akan menjadi mudah dan akan terstruktur dengan baik. Kami berharap, nantinya 80 persen penanganan kasus bisa dilakukan di rumah sakit setempat dan 20 persen kasus di pusat,” ujarnya.

“Jika MOU sudah ditandatangani, mudah-mudahan dapat menjadi suatu kemajuan sistem pelayanan rumah sakit secara menyeluruh di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya.

Terkait dengan pelaksanaan penanganan hidrosefalus, direncanakan penderita yang akan dioperasi berjumlah enam pasien, dan akan dilaksanakan mulai dari tanggal 09 sampai dengan 13 Mei 2017. Empat pasien akan dioperasi di RSUP dan dua di Mentok. Adapun tim medis bedah saraf dari Rumah Sakit DR. Cipto Mangunkusumo - FK UI yang akan menangani, antara lain dr. Setyo Widi Nugroho, SpBS (K); dr. Samsul Ashari, SpBS (K); dr. David Tandian, SpBS (K); dr. Syaiful Ichwan, SpBS (K); Dr. dr. Mohamad Saekhu, SpBS (K); dan Dr. dr. Wismaji Sadewo, SpBs. 

Di akhir pertemuan, RSCM yang diwakili oleh David Tandian menyerahkan cendera mata kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Direktur RSUP Soekarno. (ACH)

Sumber: 
Humas Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Tags: 
Hidrosefalus; sister of hospital; kerja sama; BPJS Kesehatan; MOU

Berita

24/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
12/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
12/10/2017 | Bidang Kesehatan Masyar...
12/10/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
19/09/2017 | Humas Dinas Kesehatan P...
14/09/2017 | Bidang Pencegahan dan P...