Posyandu Sakura Pemali Wakili Babel Ikuti Evaluasi Posyandu Aktif

PEMALI – Pos pelayanan terpadu (posyandu) Sakura terpilih mewakili Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk mengikuti evaluasi posyandu aktif tingkat nasional. Penilaian oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berlangsung secara virtual dengan diikuti oleh para kader, aparat Desa Air Duren, Kecamatan Pemali, hingga Kabupaten Bangka yang bertempat Posyandu Sakura,  Rabu (30/06/2021).
 
Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rita Agustina menjelaskan bahwa evaluasi posyandu aktif dalam rangka meningkatkan akses masyarakat dan fungsi posyandu sebagai Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) sekaligus sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan (LKD). “Selain Nusa Tenggara Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dijadikan sampel pelaksanaan kegiatan tersebut oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,” jelasnya.
 
“Hal ini berdasarkan pertimbangan data capaian posyandu aktif dan Kabupaten Bangka memenuhi kriteria tersebut,” lanjut Rita.
Posyandu terpilih, lanjut Rita, yaitu Posyandu Sakura yang berlokasi di Desa Air Duren, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka ini juga telah melaksanakan fungsi sebagai Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan dimana posyandu telah memberikan pelayanan kesehatan dari layanan sosial dasar terpadu.
 
“Secara umum, hampir setiap kabupaten dan kota sudah mempunyai aturan dan kebijakan kepala daerah yang mengatur tentang LKD dan Lembaga Adat Desa (LAD), kecuali Pangkalpinang.  Namun demikian, saat ini pun Pangkalpinang sedang dalam proses penyusunan konsep perwako,” ungkap Rita.
 
“Hal ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam mengimplementasikan Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat desa,” jelas Rita.
 
Sementara Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Arlis Donita melaporkan bahwa berdasarkan data Juni 2021, jumlah posyandu di Bangka berjumlah sekitar 183 dan jumlah keluarga yang mengaksesnya sekitar 11.326. “Untuk Kecamatan Pemali, terdapat 20 posyandu dan jumlah keluarga yang mengakses posyandu sekitar 1.875 keluarga,” lanjutnya.
 
“Kegiatan di Posyandu Sakura ini lengkap, mulai dari Bina Keluarga Balita, Remaja, hingga Lansia. Peran kader dalam mengelola posyandu ini juga sangat baik. Demikian juga dengan peran posyandu sebagai LKD juga menunjukkan partisipasi masyarakat membantu kepala desa dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat desa,” ungkap Arlis.
 
“Ada dua aturan yang menjadi wadah dalam LKD, yaitu Peraturan Bupati Bangka Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penataan Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan serta Peraturan Bupati Bangka Nomor 70 tentang Pedoman Penataan Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa di Kabupaten Bangka,” tutur Arlis.
 
Saat penilaian berlangsung, kader Posyandu Sakura, Sutimi menceritakan berbagai pengalamannya selama melayani masyarakat di posyandu,  terutama di masa pandemi Covid-19. “Jumlah kader Posyandu Sakura ada sembilan orang. Walaupun masa pandemi Covid-19, para kader tidak pernah takut melayani masyarakat. Posyandu Sakura tetap beroperasional dengan menjalankan berbagai strategi,” lanjut Sutimi.
 
“Kami bekerja dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan selalu menggunakan alat pelindung diri (APD). Kami membagi jam pelaksanaan sehingga tidak ada kerumunan saat pelayanan,” ujarnya.
 
Bahkan, lanjut Sutimi yang pernah menjadi kader posyandu teladan pada tahun 2004 inj, kami juga melakukan sweeping. “Kami akan mendatangi rumah ke rumah untuk memeriksa masyarakat yang tidak bisa datang saat pelayanan posyandu. Kami berupaya agar seluruh masyarakat di wilayah kami dapat ditangani dengan baik. Kami para kader melakukannya dengan sepenuh hati dan hati yang senang,” pungkas Sutimi.

 

Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes