POSKESRESMEN, Momentum Promosi Keswa

SUNGAILIAT - Pekan Olahraga dan Seni Rehabilitan Mental merupakan momentum yang baik untuk mempromosikan kesehatan jiwa kepada masyarakat. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono, yang mewakili Menteri Kesehatan Republik Indonesia untuk membuka kegiatan ini, sekaligus Jambore Kesehatan Jiwa ke-7 di Lapangan Bina Satria. (3/10/2019).

"Melalui kegiatan ini, pemahaman masyarakat akan semakin meningkat. Hal ini akan mengurangi stigma tentang kesehatan jiwa dan orang dengan gangguan jiwa," jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan ini juga akan meningkatkan rasa percaya diri rehabilitan untuk berkarya dan berkontribusi di masyarakat. "Rehabilitan lebih  produktif sehingga mengurangi ketergantungan terhadap orang lain," imbuhnya.

"Menurut data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, angka bunuh diri di Indonesia tahun 2016 adalah 5 orang meninggal setiap hari karena bunuh diri dengan total kematian 1800 orang akibat bunuh diri per tahun," ungkapnya.

Oleh karena itu, tambahnya, pencegahan bunuh diri perlu dilakukan oleh seluruh jajaran kesehatan bersama profesi, individu, keluarga, dan masyarakat. "Kenali ciri-ciri orang yang cenderung melakukan bunuh diri dan faktor risiko yang dapat mendorong seseorang melakukannya. Selain itu, waspadai tempat seseorang berisiko melakukan bunuh diri," jelasnya.

"Melalui kegiatan ini, kerja sama antarinsitusi pelayanan kesehatan jiwa di Indonesia dan jejaring pemberi layanan kesehatan jiwa akan menguat dalam mewujudkan derajat kesehatan jiwa yang optimal bagi individu, keluarga, dan masyarakat," harap Anung.

Sementara Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman menjelaskan  bahwa kesehatan jiwa adalah kondisi seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spritual, dan sosial. "Individu menyadari kemampuan sendiri dan dapat mengatasi tekanan atau stres. Mereka juga dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan konstribusi untuk komunitasnya," katanya.

"Saya ingin mengajak kita semua, mulai dari keluarga hingga masyarakat, dapat mendukung dan mendorong rehabilitan untuk hidup normal. Saya berharap masalah kesehatan jiwa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dapat diatasi," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pekan Olahraga dan Kesenian Rehabilitan Mental (POSKESRESMEN) dan Jambore Kesehatan Jiwa ke-7 dihadiri oleh 23 rumah sakit jiwa dengan 550 peserta. Peserta akan mengikuti  pertandingan olahraga, yakni catur, bulutangkis putra dan putri, futsal, voli putra dan putri, serta tenis meja;  lomba kerohanian khusus rehabilitan, antara lain  azan, ceramah Islam dan Nasrani, serta tilawah Alquran.
Selain itu, ada kegiatan pengembangan bakat rehabilitan, yaitu rehabilitan idol dan tari cuci tangan. Peserta akan menampilkan bakat olah vokal dan menari yang akan ditampilkan oleh rehabilitan.

Tampak hadir dalam kegiatan ini Bupati bangka, Mulkan dan para Forum Koordinasn Pimpinan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka.

Sumber: 
Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Mislam - Biro Humas & Protokol Sekda Provinsi Kep. Babel
Bidang Informasi: 
Dinkes

Berita

14/10/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
11/10/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
08/10/2019 | Bidang Kesehatan Masyar...
07/10/2019 | Rumah Sakit Jiwa Daerah...
07/10/2019 | Rumah Sakit Jiwa Daerah...
07/10/2019 | Rumah Sakit Jiwa Daerah...
01/10/2019 | Bidang Sumber Daya Kese...
05/09/2019 | Bidang Sumber Daya Kese...
04/09/2019 | Bidang Pencegahan dan P...