Pengukuran Kebugaran Jasmani Mandiri Aparatur Sipil Negara (ASN) Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Pengukuran Kebugaran (SIPGAR)

Menurut Undang – undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 yang termasuk ASN adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai dengan Perjanjian Kerja (P3K). Aparatur Sipil Negara (ASN) merupakan pekerja dengan usia produktif yang membutuhkan kebugaran jasmani yang baik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Untuk mempersiapkan ASN yang bugar dan produktif, maka Kementerian Kesehatan RI melalui program kesehatan kerja dan olahraga mendukung untuk pengukuran kebugaran jasmani bagi pegawai menggunakan Tes Rockport/1,64 KM atau Tes Jalan 6 menit bagi pegawai yang memiliki penyakit yang berisiko tinggi.

Untuk Tes Rockport, peserta diharuskan untuk melakukan jalan/jogging/lari sesuai dengan kemampuan dan  konstan pada lintasan yang datar/landai sejauh 1,64 Meter. Waktu tempuh dalam menit dan detik yang didapat akan dikonversi sesuai dengan usia dan jenis kelamin kedalam tabel. Sehingga akan didapat 5 kategori kebugaran yaitu baik sekali, baik, cukup, kurang, kurang sekali atau gagal.

Sedangkan untuk Tes jalan 6 menit diperuntukkan bagi peserta yang tidak lulus skrening 7 pertanyaan / Par Q and You Test. Caranya peserta diharuskan jalan atau jalan cepat selama 6 menit. Hasil jarak dalam satuan meter akan dikonversikan sesuai usia dan dan jenis kelamin kedalam tabel. Sehingga akan didapat kategori seperti Tes Rockport. Tes Rockport atau Tes Jalan 6 menit akan didapatkan rekomendasi latihan fisik terprogram yang sesuai dengan kategori kebugaran.

Pada pelaksanaan pengukuran kebugaran jasmani diatas memerlukan kurang lebih 10-15 orang panitia yang terdiri dari tenaga dokter, perawat, pemandu peregangan dan pendinginan, penjaga lintasan, pencatat waktu serta tim mobile kesehatan. Disamping itu minimal menyiapkan minuman atau snack bagi peserta. Dalam pedoman terpadu pengukuran kebugaran ini diintegrasikan dengan pengukuran faktor risiko penyakit tidak menular (PTM).

Untuk mempermudah pengukuran kebugaran jasmani ASN maupun pekerja lainnya secara efektif dan efisien, serta untuk mengantisipasi kerumunan dan penerapan jaga jarak pada masa pandemi COVID-19,  maka Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga pada tanggal 14 Oktober 2020 telah memperkenalkan Sistem Informasi Pengukuran Kebugaran (SIPGAR). Aplikasi ini dapat diunduh melalui handphone android pada aplikasi playstore dengan menggunakan kata pencarian “SIPGAR.go.id”.

Berikut kami jelaskan secara singkat panduan penggunaan aplikasi SIPGAR :

  1. Apabila sudah terunduh silahkan buka dan isi bagian registrasi terlebih dahulu. Jangan langsung login.
  2. Pengguna aplikasi diharapkan untuk mengisi 3 jenis data yaitu data pribadi, data pekerjaan dan data kesehatan. Data kesehatan berupa pengukuran antropometri dan cek darah bisa berlaku dalam satu bulan terakhir. Jangan lupa klik simpan/save.
  3. Pastikan email yang didaftar merupakan email yang aktif. Nanti akan dikirimkan pasword berupa 8 digit untuk keperluan login pada aplikasi ini.
  4. Setelah login, klik tanda + pada layar, kita isi kembali hasil pengukuran kolesterol, glukosa darah dan tekanan darah. Setelah itu klik kirim data.
  5. Jawab 7 pertanyaan yang muncul sesuai kondisi kita sekarang dan kirimkan data.
  6. Apabila lulus skrining, maka akan muncul pemberitahuan layak atau tidak untuk Tes Rockport. Bila tidak lulus skrening maka kita harus konsultasi dengan dokter dan mengupload surat keterangan dokter kedalam aplikasi.
  7. Untuk mempersiapkan Tes Rockport silahkan melakukan pemanasan sebelum lari.
  8. Klik mulai apabila sudah start. Setelah menempuh 1,64 KM maka aplikasi secara otomatis menilai waktu tempuh dan kategori kebugaran. Apabila setelah 1,64 KM belum memunculkan kategori, maka pengguna aplikasi dapat mengetik batal pada aplikasi.
  9. Pengukuran selesai. Jangan lupa pendinginan.
  10. Pada riwayat pengukuran terdapat peta lintasan yang telah dilalui, kategori kebugaran dan waktu tempuh. Hasil ini bisa dikirimkan ke panitia pelaksana untuk direkap.

Persiapan lain untuk peserta :

  1. Persiapan lain untuk peserta sebelumDalam kondisi sehat, tidak ada gejala demam, batuk/pilek atau lemas
  2. Cukup Istirahat sebelum melakukan pengukuran (tidur 6 jam)
  3. Bagi peserta dengan penyakit penyerta seperti tekanan darah tinggi, Diabetes dan Gangguan Sendi pastikan tetap rutin minum obat dan tidak ada keluhan saat akan melakukan tes

Bertepatan dengan peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-56 yang jatuh pada tanggal 12 November 2020 dengan tema “Satukan Tekad Menuju Indonesia Sehat”, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melaksanakan pengukuran kebugaran jasmani bagi seluruh pegawainya. Target yang ditetapkan adalah 200 pegawai yang terdiri dari 130 ASN dan 70 orang PHL. Lokasi  yang dipilih yaitu Klinik Pratama Provinsi yang baru saja resmi melakukan pelayanan kesehatan.

Dinas Kesehatan Provinsi Kep. Bangka Belitung melaksanakan pengukuran kebugaran jasmani terhadap ASN yang dilaksanakan dalam 2 kali, yaitu tanggal 13 November 2020 dan 20 November 2020 di halaman Klinik Provinsi Kep. Bangka Belitung. Pengukuran ini dilakukan 2 kali dengan tujuan semua pegawai dapat diukur, sehingga tidak ada alasan karena dinas luar. Diharapkan dapat mengatur jadwal kegiatan.Pengukuran Kebugaran Jasmani ini dilaksanakan melalui program kesehatan olahraga dibawah naungan Seksi Kesehatan Lingkungan dan Kesjaor  Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung serta dibantu oleh Tim Kesehatan Klinik Pratama Provinsi.

Dari hasil pelaksanaan pengukuran tersebut didapat sementara baru 187 pegawai yang melaksanakan pengukuran, dikarenakan masih ada pegawai yang masih sakit dan tugas penuh untuk pelayanan kesehatan penderita Covid-19. Untuk 121 orang ASN didapat hasil sebagai berikut :

KLASIFIKASI

KODE

L

P

JUMLAH

%

KURANG SEKALI

KS

13

35

48

39,67

KURANG

K

3

14

17

14,05

CUKUP

C

12

28

40

33,06

BAIK

B

7

6

13

10,74

BAIK SEKALI

BS

2

1

3

2,48

GAGAL

GGL

0

0

0

0,00

JUMLAH

 

37

84

121

 

Sedangkan untuk 66 orang tenaga PHL didapat data kebugaran sebagai berikut :

KLASIFIKASI

KODE

L

P

JUMLAH

%

KURANG SEKALI

KS

3

13

16

24,24

KURANG

K

6

7

13

19,70

CUKUP

C

12

12

24

36,36

BAIK

B

7

1

8

12,12

BAIK SEKALI

BS

4

0

4

6,06

GAGAL

GGL

1

0

1

1,52

JUMLAH

 

33

33

66

 

Evaluasi hasil dari pengukuran kebugaran jasmani menggunakan aplikasi SIPGAR ini antara lain sebagai berikut:

  1. Masih terdapat kesalahan pada pengguna aplikasi maupun pada aplikasi itu sendiri. Untuk pengguna aplikasi dikarenakan masih ada pegawai yang tidak bisa mengakses aplikasi tersebut yang disebabkan gawai yang tidak mendukung serta waktu mengunduh baru dilakukan pada saat pagi pelaksanaan pengukuran. Sebagaimana untuk diketahui bahwa diperlukan waktu yang cukup banyak untuk mengisi data pribadi diaplikasi tersebut. Sedangkan untuk aplikasi tersebut sangat tergantung pada kekuatan sinyal ditempat pengukuran serta kemampuan gawai yang meliputi  kekuatan baterai dan matikan atau Disable mode “Battery saver/battery optimize/penghemat baterai” pada Gadget/HP anda. Sebagai contoh ada pegawai yang sama – sama berlari tetapi satu pegawai finish setelah 1,6 KM tetapi pegawai yang lain aplikasinya belum menunjukan angka 1,6 KM.
  2. Waktu pelaksanaan pengukuran agak molor karena masih dilakukan cek kesehatan/ cek darah, seharusnya bisa dilaksanakan sehari sebelumnya.
  3. Kondisi lintasan kurang aman karena berada di jalur lalu – lintas kendaraan pegawai lain yang masuk kerja.
  4. Masih diperlukan tim pencatat waktu untuk mengantisipasi gagalnya penggunaan aplikasi SIPGAR. Begitu juga dengan tenaga dokter untuk konsultasi hasil skrening.
  5. Dapat juga menggunakan data cadangan stopwatch yang ada pada android masing-masing pada Tes Rockport.
  6. Tidak ada panduan Tes jalan 6 menit pada aplikasi SIPGAR.
  7. Sulit menjaga pengaturan jarak saat antrian, sehingga panitia pelaksana harus sering mengingatkan selalu protokol kesehatan 3 M.

Demikianlah sekilas ulasan mengenai penggunaan aplikasi SIPGAR dan pemanfaatan nya pada kegiatan pengukuran di Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Dapat saya simpulkan bahwa aplikasi ini sangat baik digunakan pada saat kondisi seperti ini yaitu pandemi Covid-19, serta bagi puskesmas, dinas kesehatan serta rumah sakit yang menerapkan efisiensi biaya untuk menyelenggarakan kegiatan pengukuran. Sehingga dapat dilakukan secara mandiri dirumah. Tetapi harus tetap dalam pengawasan tenaga dokter dan tenaga kesehatan olahraga. Pengukuran kebugaran ini dapat diulangi minimal 3 bulan sekali. Semoga dengan adanya aplikasi ini tetap membuat kita memantau kebugaran kita dan tetap rajin berolahraga. SALAM SEHAT BUGAR PRODUKTIF.

Sumber

  1. Buku Pedoman Pengukuran Kebugaran Jasmani ASN Terintegrasi, Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga Kementerian Kesehatan RI Tahun 2017.
  2. Materi Workshop Kesehatan Olahraga Kementerian Kesehatan RI  Tanggal 14-16 Oktober 2020
Penulis: 
ZULFIKRI TABRANI, S.K.M.
Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat