Pendekatan Keluarga Tingkatkan Akses Pelayanan Kesehatan

PANGKALPINANG – Pendekatan keluarga merupakan salah satu cara puskesmas untuk menjangkau sasaran dalam meningkatkan akses  pelayanan kesehatan dengan mendatangi keluarga. Puskesmas tidak hanya melaksanakan pelayanan kesehatan di dalam gedung saja, tetapi juga di luar gedung dengan mengunjungi keluarga di wilayah kerjanya. 

“Pedekatan pelayanan yang dilakukan untuk perseorangan (UKP) dan masyarakat (UKM) dilaksanakan secara berkesinambungan berdasarkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga. Dengan demikian, data yang digunakan valid dan dapat menjadi  intervensi awal bila ada masalah kesehatan,” ujar Pretty Multihartina, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan – Balitbangkes Kementerian Kesehatan Republik Indonesia saat menyampaikan arahan dalam acara Pembukaan Pelatihan Keluarga Sehat Angkatan I dan II Tahun 2017, yang bertempat di aula Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (10/04/2017)

Sebelumnya, Mulyono Susanto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan upaya kesehatan, integrasi kegiatan dilakukan oleh petugas pembina keluarga. Petugas pembina keluarga adalah seluruh tenaga kesehatan di puskesmas. Oleh karena itu, mereka harus dibekali ilmu yang cukup terkait dengan program yang ada di puskesmas.
“Dalam rangka mendukung pelaksanaan pendekatan keluarga, Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyelenggarakan Pelatihan Keluarga Sehat yang merupakan program Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Tahun 2015-2019, yang dituangkan dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. HK.02.02/Menkes/52/2015,” lanjutnya. (10/04/2017)

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pelaksanaan konsep pendekatan keluarga dengan baik dapat mewujudkan tujuannya, yaitu meningkatkan akses keluarga beserta anggotanya terhadap pelayanan kesehatan komprehensif, mendukung pencapaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kabupaten/kota dan provinsi, serta mendukung pelaksanaan JKN dan tercapainya tujuan Program Indonesia Sehat. “Ditekankan bahwa pendekatan keluarga bukan hanya pendataan, tetapi suatu metode pendekatan yang dapat digunakan untuk semua program yang ada di puskesmas,” jelasnya.

Menurutnya, pendekatan keluarga mengintegrasikan antarprogram dan mengemas kembali program yang telah ada, termasuk data yang sebagian sudah ada di puskesmas. Walaupun bukan merupakan hal yang baru, program ini membutuhkan serangkaian proses kegiatan pendataan yang baru dan harus dilakukan ke semua keluarga.

Sayang Permatasari, fasilitator pelatihan menjelaskan bahwa di akhir kegiatan pelatihan, peserta melaksanakan Praktik Kerja Lapangan dengan langsung terjun ke lapangan untuk melakukan pendataan keluarga. Masyarakat yang dituju pada kesempatan jni adalah Kecamatan Girimaya, Kelurahan Bukit Besar, dengan sasaran 140 Kepala Keluarga. Dengan didampingi oleh Kepala Puskesmas, Kepala RT, dan Kepala RW, peserta mendatangi rumah warga dan mendata setiap keluarga. (13/04/2017)
“Pelatihan ini berlangsung selama lima hari, mulai dari tanggal 10 sampai dengan 13 April 2017. Peserta terbagi menjadi dua angkatan, yang setiap angkatan berjumlah 35 peserta. Dengan dikawal oleh  2 orang Master of Training (MOT),  fasilitator 8 orang, pelaksana monitoring dan evaluasi Binwil 5 orang dan Bapelkes Ciloto 2 orang, setelah mengikuti pelatihan ini, tenaga kesehatan dapat segera dapat mengimplementasikan manajemen pendekatan keluarga, mulai dari pendataan, identifikasi, analisis, dan pemeliharaan sehingga permasalahan yang ada di keluarga dan masyarakat dapat ditindaklanjuti,” pungkasnya. (ACH)
 

Sumber: 
Humas Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Tags: 
Pelatihan keluarga sehat; keluarga sehat; pendekatab keluarga; sumber daya kesehatan