PENCEGAHAN DAN PENULARAN COVID-19 DI DINAS KESEHATAN PROV. KEP. BANGKA BELITUNG

Corona Virus Disease (Covid-19) berasal dari kota Wuhan negara Cina. Sejak Desember 2019 sampai dengan Desember 2020 telah menjadi pandemi  karena telah menular ke 213 negara termasuk Indonesia. Infeksi virus Corona atau COVID-19 disebabkan oleh coronavirus, yaitu kelompok virus yang menginfeksi sistem pernapasan. Pada sebagian besar kasus, coronavirus hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan sampai sedang, seperti flu

Dalam seminar Evaluasi Pelaksanaan Protokol Kesehatan di Tempat Kerja yang diselenggarakan oleh Direktorat Kesehatan Kerja dan Olahraga pada tanggal 19 Desember 2020 secara virtual dijelaskan bahwa jumlah penderita Covid-19 terkonfirmasi di dunia per 17 Desember sebanyak 72.196.732 orang dan 1.630.521 penderita meninggal dunia. Untuk kawasan Asia Tenggara 11.468.106 orang terkonfirmasi  Covid-19 dan meninggal dunia sebanyak 174.620 orang.

Berdasarkan data dari Dirjen Yankes, PHEOC dan BPS, jumlah Penderita Covid-19 di Indonesia  per tanggal 17 Desember 2020 sebanyak 643.508 orang kasus konfirmasi, kasus sembuh sebanyak 526.979 orang dan meninggal dunia sebanyak 19.390 orang.

Berdasarkan data dari Kompas.com, jumlah kasus terkonfirmasi di Provinsi Bangka Belitung sebanyak 1.577 orang, sembuh sebanyak 1.233  orang dan meninggal dunia sebanyak 24 orang.

Sumber dari Data Linelist Positive Alrecord, Badan PPSDMK dan Direktorat Kesjaor Kemenkes RI,  Per 16 November 2020 sebanyak 2.096 tenaga kesehatan dan tenaga penunjang kesehatan terkonfirmasi Covid-19 di seluruh Indonesia dan sebanyak 292 orang telah meninggal dunia. Dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 1 orang.

Sejak tanggal 11 Maret 2020, Badan Kesehatan Dunia WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai pandemi. Kemudian Indonesia menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional pada tanggal 14 Maret 2020. Kasus COVID-19 di Indonesia mengalami peningkatan sehingga memerlukan upaya yang serius dalam pencegahan dan penanganannya.

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/327/2020 Tentang Penetapan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) Akibat Kerja Sebagai Penyakit Akibat Kerja yang Spesifik Pada Pekerjaan Tertentu.  Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan salah satu anggota Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selain melakukan upaya pencegahan dan penanganan COVID-19 di masyarakat, Dinas Kesehatan  yang merupakan tempat kerja dan tempat berkumpul orang-orang, juga harus dilakukan upaya rekayasa lingkungan kerja sehingga mampu mendukung upaya pencegahan dan penanganan COVID-19.

Dasar Hukum atau standar dalam persiapan tempat kerja perkantoran menurut  Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri  dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha  pada Situasi Pandemi. Adapun point penting dalam kepmenkes tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Penentuan Tingkat Risiko, langkah ini disesuaikan dengan tingkat risiko berdasarkan jenis pekerjaan dan besarnya sektor usaha dengan pertimbangan termasuk faktor pekerjaan, faktor diluar pekerjaan dan penyakit komorbiditas.
    1. Persiapan Bagi Tempat Kerja, pihak manajemen maupun tim penanganan Covid-19 di kantor mempersiapkan tempat kerja dan kebijakan untuk mendukung pencegahan dan penanganan Covid-19 di tempat kerjanya dan Standar Penyelenggaraan Tempat Kerja berupa penerapan higiene dan sanitasi lingkungan kerja
  2. Standar Bagi Pekerja
    1. Selalu menerapkan Germas melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat saat di rumah, dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja dan selama di tempat kerja;
    2. Saat perjalanan ke/dari tempat kerja, selama bekerja dan pulang dari tempat kerja.
    3. Selama di tempat kerja
      1.  Saat tiba, segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
      2.  Pastikan suhu tubuh diukur di pintu masuk gedung.
      3. Gunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift.
      4.  Tidak berkerumun dan menjaga jarak di lift dengan posisi saling membelakangi.
      5.  Bersihkan meja/area kerja dengan desinfektan.
      6.  Upayakan tidak sering menyentuh fasilitas/peralatan yang dipakai bersama di area kerja, gunakan handsanitizer.
      7. Tetap menjaga jarak dengan rekan kerja minimal 1 meter.
      8. Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja
      9.  Biasakan tidak berjabat tangan. 
      10. Masker tetap digunakan.

Menindak lanjuti edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 440/0835/BPBD/2020 Tanggal 15 Oktober 2020  Tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Coronona Virus Disease 2019 (Covid-19) Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah membentuk Satuan Tugas Penangan COVID-19 berdasarkan SK Kepala Dinas Kesehatan Nomor 188.4/514/Dinkes Tanggal 14 Desember 2020 di lingkup Dinas Kesehatan Provinsi Kepulaun Bangka Belitung. Tim terdiri dari perwakilan bidang yang membantu pengawasan dalam pencegahan penularan Covid-19.

Adapun yang sudah dilakukan di Dinas Kesehatan Provinsi Kep. Bangka Belitung adalah sebagai berikut beserta evaluasi

  1. Pengukuran suhu tubuh pekerja saat masuk kerja sudah dilakukan, tetapi belum maksimal karena belum ditunjuk petugas khusus untuk melaksanakannya. Penggunaan thermogun juga masih dilakukan diruangan ber AC dimana akan mempengaruhi hasil pengukuran. Pernah  ada satu pegawai yang suhu diatas 37,3 derajat Celcius. Tetapi tidak dilakukan pengecakan selanjutnya. Seharusnya dirujuk ke bagian pelayanan untuk diidentifikasi riwayat kesehatan. Untuk tamu yang datang juga sudah dilakukan pemeriksaan suhu tubuhnya. Kalibrasi dan pemantauan thermogun harus dilakukan oleh fungsional teknik elektromedik. Tetapi pelaksanaan pengukuran tidak teratur setiap hari. Bahkan kadang tamu tidak diukur karena petugas tidak ditempat.
  2. Mengatur jarak tempat duduk masing – masing berjarak 1,5 meter dari semua sisi. Antrian absen juga diatur jarak 1 meter tiap orang. Hanya yang masih harus diperbaiki adalah masih ada pegawai yang duduk bergerombol saat berdiskusi atau bercerita. Bahkan masih ada yang melakukan kebiasaan menyentuh pundak teman bicaranya.
  3. Pemakaian masker pekerja belum optimal, karena masih ada yang melepaskan masker saat berbicara  dengan alasan kurang jelas suaranya. Bahkan ada pegawai dan tamu yang tidak memakai masker saat berada di dalam ruangan dinkes. Pembagian masker sudah difasilitasi oleh bagian Promosi Kesehatan dan Bidang SDK.
  4. Tempat kerja sudah menyediakan 2 tempat cuci tangan dipintu masuk depan dan 1 buah di pintu samping serta wastafel di tiap toilet, baik dilantai bawah maupun dilantai atas gedung. Untuk kepatuhan sudah baik.
  5. Penyemprotan/disinfeksi ruangan dilakukan mandiri oleh setiap pegawai, dimana tempat kerja sudah membagikan cairan disinfektan kepada tiap bidang. Hanya untuk disinfeksi lorong dan lantai tidak dilakukan. Seharusnya tiap 4 jam dilakukan penyemprotan.
  6. Tempat ibadah sudah melaksanakan pengaturan jarak tiap orang, masing – masing sudah membawa sajadah dan mukena. Lantai sudah dibersihkan setiap hari.
  7. Kualitas udara kurang baik karena ada beberapa bidang masih terasa panas karena salah satu AC rusak. Sudah dilakukan pemeliharaan oleh bagian umum dan perlengkapan. Tetapi palstik yang menutupi ventilasi belum diperbaiki.
  8. Belum dilakukan self assesment menggunakan form assesment baik kepada pekerja maupun kepada tamu. Pengkajian ini sedang dipersiapkan secara online.
  9. Usulan penggunaan absensi melalui scan wajah belum terealisasi dikarenakan usulan masih dipertimbangkan oleh pihak BKPSDMD. Untuk aturan antrian saat absensi sudah dipatuhi.
  10. Telah dilakukan deteksi dini bagi pekerja yang mempunyai riwayat penyakit kormobiditas dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter rumah sakit. Tetapi belum ada kelanjutan dari pihak dinkes maupun pemprov. Hanya saja diwajibkan untuk pemeriksaan kesehatan di Klinik Pratama Provinsi.
  11. Telah melakukan kegiatan berjemur pada jam 09.00 pagi dihalaman kantor. Tidak diikuti dengan baik oleh semua pegawai dinkes.
  12. Untuk tindak lanjut terhadap pegawai yang telah melakukan perjalanan dinas luar daerah dari wilayah zona merah hanya sebatas mengacu hasil rapid test. Sosialisasi terhadap pegawai tersebut sudah dilakukan secara personal tentang edaran Gubernur Bangka Belitung Nomor 440/0835/BPBD/2020 Tanggal 15 Oktober 2020 yang mewajibkan pelaku perjalanan dinas luar daerah untuk rapid test atau swab mandiri.

Pelaksanaan rapat sesuai protokol masih belum maksimal. Terkait waktu pelaksanaan, physical distancing dan melepaskan masker saat berbicara.

Sosialisasi Persiapan Bekerja

 

Pengaturan Jarak Tempat Duduk

 

Penyediaan Sarana Cuci Tangan

 

Pengaturan Jarak Saat Apel

 

Pemeriksaan Suhu Tubuh

 

Pengaturan Jarak Tempat Duduk Kursi Tamu

 

Kegiatan Berjemur setiap jam 09.00

 

Pengaturan Jarak Saat Absensi

 

Pengaturan Jarak Saat Ibadah

 

Sumber :

  1. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri  dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha  Pada Situasi PandemiSumber
  2. Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 440/0835/BPBD/2020 Tanggal 15 Oktober 2020  Tentang Pembentukan Satuan Tugas Penanganan Coronona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
  3. Peraturan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 47 Tahun 2020 Tanggal 16 Juli 2020 Tentang Pelaksanaan Protokol Kesehatan dalam Penanganan  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19)
Penulis: 
ZULFIKRI TABRANI, S.K.M.
Sumber: 
dari berbagai sumber