Pemprov Babel Libatkan Lintas Sektor Dukung Germas

PANGKALPINANG – Pemerintan Provinsi Bangka Belitung melibatkan lintas sektoral, termasuk perangkat daerah untuk mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (germas). Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka, Mulyono Susanto saat membuka Pertemuan Evaluasi Germas Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Hotel Bangka City. (13/11/2019)

“Germas diharapkan menjadi tindakan sistematis yang terencana secara bersama-sama dan perlu partisipasi lintas sektoral. Semua pihak harus terlibat agar turut mengampanyekan pentingnya pola hidup sehat kepada masyarakat,” lanjut Mulyono.

Pelaksanaan germas dalam kehidupan sehari-hari, tambah Mulyono, merupakan praktik hidup sehat sebagai salah satu wujud revolusi mental. “Germas mengajak masyarakat untuk membudayakan hidup sehat sehingga mampu mengubah kebiasaan atau perilaku tidak sehat. Peningkatan partisipasi dan peran serta masyarakat hidup sehat dapat meningkatkan produktivitas masyarakat dan mengurangi beban biaya kesehatan,” ujarnya.

“Ke depannya, kita harus meningkatkan kerja sama yang efektif, baik inter- maupun antartim pemerintahan provinsi, kabupaten/kota, juga pusat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan pengendalian sehingga manfaat implementasi germas benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” harap Mulyono.

Sementara Kepala Subdit Advokasi dan Kemitraan Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kementerian Republik Indonesia, Sakri Sabatmaja menjelaskan bahwa tahun 2019 ini merupakan terakhir pelaksanaan germas dalam RPJMN 2014-2019. Germas masuk ke RPJMN 2020–2024 dalam rangka peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit.

Sakri menambahkan Indonesia mengalami perubahan pola penyakit dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular (PTM). “Perubahan pola penyakit ini berkaitan dengan perubahan perilaku masyarakat. Pada era tahun 1990-an, penyebab kematian dan kesakitan terbesar adalah penyakit menular seperti infeksi saluran pernafasan atas, diare, dan lain-lain,” ungkapnya.

Namun sejak tahun 2010, lanjutnya, penyebab kesakitan dan kematian terbesar akibat penyakit tidak menular (PTM) seperti stroke, jantung, hipertensi dan kencing manis. “PTM tidak hanya menyerang usia tua, tetapi telah bergeser ke usia muda, terjadi di semua kalangan kaya dan miskin, baik tinggal di kota maupun di desa,” ujarnya.

Oleh karena itu, dukungan pemerintah provinsi akan mendapatkan banyak output yang bermanfaat dalam peningkatan kesehatan masyarakat. “Dapat dimulai dari pegawai di lingkungan pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” pungkasnya.

Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes