Ketua TP PKK: Dukung IMD, Standar Emas Bayi

PANGKALPINANG – Salah satu standar emas pemberian makan pada bayi dan anak adalah melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) segera setelah lahir selama minimal 1 jam. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Melati Erzaldi dalam kegiatan Seminar Pekan Asi Sedunia (PAS) Tahun 2018 di Hotel Bangka City. (19/11/2018)

“Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan terbaik sebagai   sumber   zat   gizi   utama   bagi   bayi.   Ciptaan Tuhan yang tidak dapat dibuat tiruannya dan tidak dapat diganti dengan makanan dan minuman yang lain. Pemberian ASI adalah pemenuhan hak bagi setiap ibu dan anak,” jelas Melati.

Susu pertama atau kolostrum, lanjut Melati, merupakan yang terbaik untuk anak kita. Oleh karena itu, sebaiknya seorang ibu dapat menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai dengan enam bulan dan terus menyusui anak sampai umur 24 bulan atau lebih.

Dalam seminar yang mengusung tema “Menyusui Sebagai Dasar Kehidupan” dengan slogan “Dukung Ibu Menyusui untuk Cegah Stunting” dan “Ibu Menyusui, Anak Hebat Bangsa Kuat”, Melati mendukung pelaksanaan ASI Eksklusif karena hal ini memiliki kontribusi yang besar terhadap tumbuh kembang dan daya tahan tubuh anak. Anak yang diberi ASI Eksklusif akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan tidak mudah sakit.

“PKK sebagai mitra pemerintah mendorong kampanye terkait ASI. Dengan mendukung setiap ibu agar berhasil menyusui, hal ini akan berkontribusi pada pencegahan stunting sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang,” jelasnya.

Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Yulizar Adnan mengatakan bahwa pada tahun 2017 data menunjukkan bahwa persentase bayi baru lahir mendapat inisiasi menyusu (dini) sebesar 82,37% dan capaian asi ekslusif sebesar 59,13%.

“Hal ini tentunya harus menjadi perhatian kita bersama. Perbaikan infrastruktur yang akan menunjang akses kepada pelayanan kesehatan, terutama terkait kesehatan ibu dan anak serta program gizi memiliki peran sangat besar,” jelas Yulizar

Menurut Yulizar, kajian global The Lancet Breastfeeding Series 2016 telah membuktikan bahwa menyusui eksklusif dapat menurunkan angka kematian karena infeksi sebanyak 88% pada bayi berusia kurang dari  tiga  bulan.

“Anak yang diberi ASI eksklusif akan tumbuh dan berkembang secara optimal dan tidak mudah sakit. Hal ini merupakan investasi masa depan yang sangat mudah untuk dilaksanakan dan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Hadir sebagai narasumber dalam seminar ini adalah pakar laktasi, dr. Utami Roesli, SpA,IBCLC,FABM dan Ketua AIMI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mil La.

Sumber: 
Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes

Berita

27/03/2019 | Bidang Sumber Daya Kese...
27/03/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
20/03/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
28/02/2019 | Bidang Pencegahan dan P...
18/12/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
21/11/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
15/11/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
24/09/2018 | Dinas Kesehatan Provins...
24/08/2018 | Dinas Kesehatan Provins...