Kadinkes Babel: Tenaga Promosi Kesehatan Garda Terdepan dalam Berdayakan Masyarakat yang Ber-PHBS

PANGKALAN BARU- Tenaga promosi kesehatan (promkes) berada di garda terdepan dalam memberdayakan masyarakat agar memiliki perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Andri Nurtito saat membuka pertemuan Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Tatanan Tingkat Kabupaten/Kota Lokus Germas Tahun 2021 di Hotel Sol Marina, Senin (07/06/2021).

"Tenaga promkes merupakan pasukan khusus yang berupaya agar masyarakat melakukan perubahan perilaku yang tidak sehat menjadi sebuah perilaku hidup bersih dan sehat," jelas Andri.

Melalui informasi yang disampaikan, lanjut Andri, program PHBS dijalankan melalui proses penyadartahuan. "Dengan ini, setiap individu diharapkan menjadi sadar kesehatan dan mampu menjalankan perilaku bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-harinya," ujar Andri.

Andri menjelaskan bahwa rumah tangga atau keluarga yang sehat merupakan aset utama pembangunan yang perlu dipelihara terus menerus. "Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan pengetahuan, kemauan, dan kemampuan anggota rumah tangga atau anggota keluarga untuk melaksanakan PHBS, yang nantinya menjadi gerakan PHBS di masyarakat," ungkap Andri.

"Pada tahun 2020, persentase rumah tangga ber-PHBS di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  sebesar 64,05% yang terdiri atas sepuluh indikator PHBS di dalam rumah tangga," jelas Andri.

"Kita berharap di tahun 2021 ini akan lebih baik lagi. Tidak hanya peningkatan pada angka, tetapi juga peningkatan yang sesungguhnya sehingga PHBS dapat terwujud di masyarakat Babel," tandas Andri.

"Dalam kondisi ini, peran anggota keluarga, masyarakat, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, sangat berpengaruh, termasuk tersedianya fasilitas serta adanya kebijakan yang mendukung," tandas Andri.

Sementara Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rita Agustina menjelaskan bahwa PHBS di tatanan rumah tangga adalah upaya menyadarkan keluarga dan masing-masing anggota keluarga agar memiliki kemauan dan kemampuan dalam mempraktikkan PHBS. 

"Rumah tangga atau keluarga yang sehat dapat diwujudkan dengan mengimplementasikan PHBS dan menciptakan dukungan lingkungan yang sehat," ujar Rita.

"Ada lima tatanan perilaku hidup bersih dan sehat yang ditetapkan oleh pemerintah, yaitu di rumah tangga, sekolah, tempat kerja, sarana kesehatan dan tempat umum," jelasnya.

Kelimanya, lanjut Rita, menjadi titik dimulainya program penyadartahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. 
"Guna mengetahui dan menilai seberapa jauh keberhasilan program PHBS di kabupaten/kota apakah telah berjalan dan memberikan hasil seperti yang diharapkan, terdapat indikator yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan ukuran dalam menilai keberhasilan program tersebut. Oleh karena itu, tenaga promkes harus mengetahui dan mengerti sehingga dapat menginformasikannya kepada masyarakat," pungkasnya.

Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes