Kadinkes Babel: Telaah Capaian Program Kesmas secara Komprehensif

PANGKALAN BARU - Telaah capaian program kesehatan masyarakat (kesmas) secara komprehensif hingga ke tingkat pos kesehatan desa/kelurahan agar faktor-faktor pendukung dan penghambat sampai ke unit yang lebih kecil dapat diketahui. Denikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto saat membuka Rapat Konsolidasi dan Evaluasi Teknis Program Kesehatan Masyarakat Tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2019 di Hotel Santika. (26/08/2019)

"Hal ini harus dilaksanakan agar dapat mengetahui progres pelaksanaan program kegiatan kesehatan masyarakat dan hal terkait untuk memaksimalkan realisasi capaian program kesehatan hingga akhir tahun 2019," jelas Mulyono.

Lebih lanjut, Mulyono menegaskan bahwa Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi prioritas pertama. "Masalah kesehatan masyarakat kita berkaitan dengan kualitas kesehatan ibu dan anak bayi, dimana pada tahun 2018 lalu, jumlah kematian ibu kita sebanyak 44 kasus. Ini kasus tertinggi selama sepuluh tahun terakhir," imbuhnya.

Bahkan, lanjutnya, pada tahun 2019 ini. sampai Agustus ini, sudah mencapai 23 kasus kematian ibu dari 13 ribuan kelahiran hidup atau setara dengan 170 per 100.000 kelahiran hidup. "Kematian bayi per Agustus 2019 juga mencapai 78 kasus, 55 di antaranya terjadi pada usia neonatus, kasus lahir mati pada perinatal mencapai 80 kasus," ungkapnya.

"Kondisi tersebut dirasakan belum linier dengan tingginya capaian antenatal care maupun kunjungan neonatus, tingginya kepesertaan kelas ibu, P4K, dan capaian program kesehatan masyarakat lainnya yang justru semakin baik," jelasnya.

Sementara Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Bahuri menjelaskan bahwa RPJMN dan RPJMD provinsi dan kabupaten/kota telah menyepakati bahwa upaya kesehatan masyarakat yang bersifat promotif dan preventif menjadi agenda prioritas untuk mewujudkan kesehatan masyarakat setinggi-tingginya tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif.

"Pengarusutamaan upaya promotif dan preventif semakin penting dirasakan, terutama berkaitan dengan hasil Riskesdas tahun 2018 yang menunjukkan bahwa sekalipun terjadi perubahan peringkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung terhadap kasus penyakit tidak menular dibandingkan hasil Riskesdas tahun 2013, tetapi secara absolut angkanya cenderung meningkat," lanjutnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, peningkatan kualitas praktik keterpaduan dalam pengelolaan program di dinas kesehatan dan puskesmas harus terus diupayakan. "Pastikan keterpaduan tersebut mulai dari setiap fungsi manajemen, yaitu perencanaan, pelaksanaan, hingga monitoring evaluasi," pungkasnya.

Rapat yang berlangsung tiga hari ini melibatkan oleh perwakilan bidang kesehatan masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan puskesmas.

 

Sumber: 
Bidang Kesehatan Masyarakat
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes