IRTP Bersertifikat, Dinkes Babel Koordinasi dengan Kabupaten/Kota

PANGKALPINANG – Guna melindungi masyarakat dari peredaran makanan dan minuman yang  tidak memenuhi syarat, industri rumah tangga pangan (IRTP) sebaiknya mempunyai sertifikasi produksi pangan-industri rumahtangga (SPP-IRT). Dinkes Babel  akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota dalam melakukan upaya pembinaan dan pengawasan terhadap industri  rumah tangga pangan dan obat. Demikian diungkapkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto, dalam rilis pramasnya, Jumat (10/08/2018).

“Tantangan dalam meningkatkan keamanan pangan dan obat tradisional di Indonesia, antara lain cakupan area pengawasan yang luas dengam beragamnya jenis produk. Pengetahuan dan kesadaran produsen serta konsumen akan keamanan pangan dan obat tradisiona juga masih terbatas. Demikian juga dengan keterbatasan tenaga pengawas dan penyuluh keamanan pangan dan obat tradisional yang kompeten dan keterbatasan infrastruktur pendukung,” ujar Mulyono.

Berdasarkan data tahun 2016, lanjut Mulyono, jumlah IRTP di Babel sebesar 1.205 dan 826 sudah memiliki SPP-IRT.” Jumlah ini akan terus ditingkatkan dengan memberikan pembinaan dan pengawasan kepada IRTP. Kegiatan tersebut akan melibatkan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota,” jelas Mulyono.

“Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota akan melakukan penyuluhan dan pelatihan mengenai keamanan pangan serta pengambilan sampel produk pangan pada sarana IRTP yang bersangkutan dan selanjutnya akan diuji di Balai Laboratorium Kesehatan Daerah, yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinkes Babel,” ujarnya.

Selain itu, menurut Mulyono, akan dilakukan koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Provinsi untuk ketersediaan data izin khusus sektor kesehatan yang dikeluarkan oleh PTSP Provinsi dan kabupaten/kota. “Dinkes Babel akan menyampaikan surat permintaan data izin ke DPMPSTP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung karena DPMPTSP kabupaten/kota secara rutin menyampaikan laporan izin ke DPMPTSP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,” ungkap Mulyono.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Azwani,  SPP-IRT  diberikan setelah IRTP memenuhi persyaratan, yaitu memiliki sertifikat penyuluhan keamanan pangan dan hasil rekomendasi pemeriksaan sarana produksi pangan industri rumah tangga. “IRTP akan mendapatkan penyuluhan mengenai pengawasan mutu yang merupakan bagian esensial dari cara pembuatan yang baik,” jelasnya.

“Rasa keterikatan dan tanggung jawab semua unsur dalam semua rangkaian pembuatan adalah mutlak untuk menghasilkan produk yang bermutu, mulai dari bahan awal sampai pada produk jadi.  Kita berharap pangan yang beredar di masyarakat dapat aman bebas dari cemaran, residu, penggunaan bahan tambahan pangan yang tidak sesuai aturan, serta tidak ada penyalahgunaan bahan kimia yang dilarang,” pungkas Azwani. 

Sumber: 
Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes