Gubernur Erzaldi Kunjungi Pasien Rubella di Toboali

TOBOALI – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman mengunjungi pasien yang menderita sindrom rubella kongenital, Naila (14 bulan) di rumah orang tuanya, Gang Kasih, Jalan Damai  (21/09/2018).

Naila, balita perempuan berusia 14 bulan, diketahui didiagnosis terkena sindrom rubella kongenital. Tampak selaput putih pada bola matanya dan pandangannya kurang terarah. Menurut orang tuanya, Yuli Marlinda,  pendengaran Naila pun agak terganggu.

“Naila tidak merasa terganggu dengan kebisingan yang ada di sekitarnya. Tumbuh kembangnya mengalami keterlambatan. Hingga saat ini, Naila tampak belum bisa menelungkupkan tubuhnya secara mandiri. Kakinya pun terkulai lemah, jelas Yuli.

Melihat kondisi ini, Erzaldi yang didampingi Kepala Kepolisian Daerah Kepulauan Bangka Belitung, Syaiful Zuhri dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bangka Selatan, Sipioni, merasa sangat prihatin dan menginginkan agar Naila segera dirujuk ke Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis yang terbaik.

“Naila harus segera dirujuk ke rumah sakit yang mampu menangani kondisi penyakitnya. Segera, ya. Semakin cepat, semakin baik. Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka Selatan akan membantu dalam prosesnya, baik dari segi biaya maupun administrasinya,” jelas Erzaldi.

Erzaldi berharap masyarakat dapat menyadari pentingnya pelaksanaan program pemerintah, yaitu kampanye imunisasi measles rubella yang sedang berlangsung hingga akhir September 2018 ini. “Imunisasi MR merupakan bentuk nyata perlindungan kita terhadap anak-anak kita. Pilihan kita hanya satu, yaitu pastikan anak-anak kita sudah diimunisasi,” ujar Erzaldi.

“Dalam penanganan kasus rubela ini, yang terbaik kita lakukan adalah dengan pencegahan. Imunisasi merupakan satu-satunya pencegahan yang paling efektif. Kita tidak ingin ada satu anak pun di Kepulauan Bangka Belitung yang menderita akibat penyakit rubella. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk hadir dan melindungi anak-anak dari ancaman penyakit MR,” tandas Erzaldi.                                                 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto, menjelaskan bahwa Kampanye Imunisasi Measles Rubella dilaksanakan selamaAgustus dan September 2018, dengan sasaran anak usia sembilan bulan sampai dengan kurang dari lima belas tahun. “Pelaksanaan kampanye Measles Rubella (MR) diselenggarakan disekolah atau di pos-pos pelayanan imunisasi lainnya seperti fasilitas kesehatan/posyandu yang telah disiapkan oleh petugas,” ujarnya.

Mulyono menjelaskan bahwa Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota memastikan bahwa proses imunisasi measles rubella tetap berjalan di Provinsi Kepulauan bangka Belitung.

“Imunisasi tidak hanya melindungi satu anak saja, tetapi juga masyarakat dengan memberikan perlindungan komunitas atau kekebalan kelompok. Kekebalan tersebut hanya bisa kita dapatkan bila mencapai target 95 persen dari jumlah populasi anak. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan anak-anak dapat mendapatkan pelayanan imunisasi MR sehingga target 95 persen dapat tercapai,” pungkas Mulyono.

Sumber: 
Dinas Kesehatan Provinsi Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela
Bidang Informasi: 
Dinkes
Tags: 
rubella