Gubernur: Cegah Difteri dengan Vaksin dan Gerakan Hidup Sehat

SIJUK -  Pencegahan difteri dapat dilakukan dengan  pemberian vaksinasi dan melakukan gerakan hidup sehat. HalHal ini ditegaskan oleh Erzaldi Rosman, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung dalam kegiatan Sosialisasi mengenai Difteri dan Aksi Gerakan Masyarakat Sehat yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Desa Sungai Padang, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. (11/01/2017)

"Difteri tidak semata-mata dicegah dengan vaksin, tetapi juga harus diikuti dengan gerakan hidup sehat. Dengan melakukan langkah-langkah hidup sehat seperti tidak merokok, bersih lingkungan, cuci tangan dengan benar, saya yakin dan percaya difteri dapat ditanggulangi dengan baik," tegas Gubernur.

Gubernur mengapresiasi kehadiran masyarakat yang memenuhi halaman Kantor Desa Sungai Padang.
"Saya sangat senang karena masyarakat di sini sangat antusias, tidak hanya anak-anaknya, tetapi juga para orang tua. Dengan demikian, orang tua dapat mendorong anak-anak dan seluruh anggota keluarganya agar dapat mengutamakan hidup sehat," jelasnya.

Beragam tingkah anak-anak yang akan disuntikkan vaksin difteri. Ada yang berani dan siap untuk disuntik, ada pula yang takut hingga menangis dan menolak keras. Gubernur dan istri yang turut menyaksikan pemberian vaksin ini ikut menenangkan dan membujuk anak yang panik saat akan disuntik. Kegiatan vaksin yang diberikan kepada anak dengan usia berkisar 1-5 tahun ini pun dapat berjalan lancar.

Dalam kesempatan yang sama, pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan juga pusat menyerahkan bantuan pangan untuk balita gizi buruk dan ibu hamil gizi buruk. Bantuan pangan berupa beras dan makanan yang dapat memperbaiki  gizi dan kualitas kesehatan ini diserahkan langsung oleh Gubernur Babel dan ibu kepada masyarakat yang diindikasikan bergizi buruk. 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mulyono Susanto menjelaskan bahwa sejak Juni 2017 sampai Januari 2018, tujuh kasus kejadian suspek dan klinis difteri terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 
"Walaupun hasil pemeriksaan laboratorium negatif, kita harus tetap waspada karena beberapa wilayah di Indonesia sudah ditetapkan Kejadian Luar Biasa difteri," jelasnya.
Difteri ini menular, lanjutnya, dan penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan kematian.

"Segera ke Puskesmas atau dokter jika terdapat anggota keluarga yang mengalami batuk, nyeri dan sulit menelan hingga sesak napas, serta keberadaan selaput berwarna putih keabu-abuan di amandel. Penanganan yang tepat dapat menyembuhkan difteri," jelasnya.
"Oleh karena itu, sebagai pencegahan, Dinkes Babel mensosialisasikan difteri ini dalam upaya promosi kesehatan dengan tujuan meningkatkan kesigapan dan pengetahuan masyarakat terhadap penanganan difteri. Mencegah lebih baik daripada mengobati," pungkas Kadin Mulyono. (ACH)

Sumber: 
Humas Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
Penulis: 
Adinda Chandralela
Fotografer: 
Adinda Chandralela; Perawati
Tags: 
Difteri; Promosi Kesehatan; Vaksinas